Baru Lagi! WHO Temukan Kasus Kematian Anak Terkait Obat Sirup Terkontaminasi

Baru Lagi! WHO Temukan Kasus Kematian Anak Terkait Obat Sirup Terkontaminasi

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kamis, 20 Jul 2023 11:01 WIB
Baru Lagi! WHO Temukan Kasus Kematian Anak Terkait Obat Sirup Terkontaminasi
Ilustrasi obat sirup. (Foto: Getty Images/iStockphoto/spukkato)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan sejumlah obat sirup anak di Kamerun dengan merek Naturcold mengandung bahan beracun tingkat tinggi. Temuan ini menjadi kasus baru terkait obat sirup yang terkontaminasi.

Label kemasan pada sirup menunjukkan bahwa produk tersebut diproduksi oleh sebuah perusahaan bernama Fraken International di Inggris. Hanya saja regulator kesehatan Inggris mengatakan tidak ada perusahaan tersebut di negaranya.

"Penyelidikan masih dilakukan untuk menentukan asal produk tersebut," kata WHO dikutip dari Reuters, Kamis (20/7/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang juru bicara WHO mengatakan kepada Reuters bahwa sirup tersebut mungkin dijual di negara lain serta Kamerun, yang mendorong peringatan globalnya menyerukan pengawasan lebih lanjut.

Peringatan di Kamerun mengikuti regulator kesehatan negara itu mengatakan pada bulan April bahwa pihaknya sedang menyelidiki kematian enam anak yang terkait dengan Naturcold.

ADVERTISEMENT

Batas yang dapat diterima untuk dietilen glikol, kontaminan yang ditemukan dalam sirup, tidak lebih dari 0,1 persen. Tetapi batch Naturcold memiliki sirup yang mengandung zat tersebut sebanyak 28,6 persen.

Kontaminan dapat menyebabkan sakit perut, muntah, diare, perubahan kondisi mental dan cedera ginjal akut, di antara gejala lainnya, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian.

Pada tahun 2022, lebih dari 300 anak, terutama yang berusia di bawah lima tahun di Gambia, Indonesia, dan Uzbekistan meninggal karena cedera ginjal akut, kematian terkait dengan produk serupa yang dibuat oleh produsen lain. WHO mengatakan ancaman itu sedang berlangsung.




(kna/naf)

Berita Terkait