Varian influenza Subclade K atau yang dikenal sebagai 'Super Flu' tengah menjadi perhatian karena diduga lebih mudah menular dan berpotensi menimbulkan gejala lebih berat dibandingkan influenza musiman.
Juru bicara Kementerian Kesehatan RI drg Widyawati, MKM mengatakan temuan tersebut berasal dari pemeriksaan 88 kasus sentinel ILI (Influenza Like Illness) dan SARI (Severe Acute Respiratory Infection) di berbagai daerah.
"Hingga akhir Desember ini, tercatat total ada 62 kasus di 8 provinsi. Terbanyaknya ada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan juga Jawa Barat," katanya dalam siaran pers, Kamis (1/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data Kasus Influenza di Indonesia
Berdasarkan data Kemenkes, berikut ini temuan dari pemeriksaan genomik terhadap 348 sampel:
- Influenza tipe A/H1: 152 kasus (44 persen)
- Influenza tipe A/H3: 172 kasus (49 persen), dengan 62 kasus (36 persen) di antaranya merupakan subclade K
- Tipe B/Victoria: 24 kasus (7 persen)
Dilihat dari demografi, perempuan menjadi kelompok terbanyak terinfeksi (64 persen). Sementara berdasarkan usia, anak-anak usia 1-10 tahun mencatat proporsi tertinggi yakni 35 persen.
Lebih Mudah Menular
Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr Nastiti Kaswandani, SpA, SubspRespi(K), menjelaskan bahwa infeksi subclade K disinyalir memiliki transmisi yang lebih mudah.
"Kalau yang yang flu A (influenza A) biasa bisa menularkan 2-3 orang, mungkin ini lebih. Tapi memang penelitiannya belum, karena memang masih dalam tahap penemuan kasusnya kok meningkat, untuk transmisi, dan yang lain-lain seperti keparahannya masih membutuhkan penelitian lebih lanjut," ujar dr Nastiti dalam konferensi pers IDAI secara daring, Senin (29/12/2025).
"Dia berpotensi untuk menimbulkan kasus influenza massal yang bisa menyebabkan pasien itu banyak terkena sakit dan harus dirawat rumah sakit dan bisa menyebabkan suatu gelombang kenaikan kebutuhan alat kesehatan maupun obat-obatan di negara-negara yang dengan winter yang berat atau yang lama," kata dr Nastiti.
Bahkan subclade K sempat menjadi sorotan global setelah menyebar cepat di Amerika Serikat. Di New York, tercatat 71 ribu orang terjangkit dalam satu pekan.
Mutasi Jadi Faktor Penting
Spesialis paru dr Erlina Burhan menjelaskan virus influenza pada dasarnya memang memiliki kemampuan untuk terus bermutasi, mirip dengan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.
"Virus influenza memang punya kemampuan bermutasi secara berkelanjutan. Yang disebut sebagai super flu subclade K ini merupakan hasil mutasi dari virus influenza H3N2 yang mengalami antigenic drift," ujar dr Erlina, saat dihubungi detikcom Kamis (1/1/2026).
Ia menjelaskan, H3N2 subclade K merupakan tipe virus influenza musiman yang angka kejadiannya meningkat pada kondisi tertentu.
"H3N2 merupakan tipe virus influenza musiman. Angka kejadiannya memang meningkat saat musim dingin. Itu sebabnya penyebarannya menjadi lebih cepat dan dampaknya relatif lebih parah," tambahnya.
Simak Video "Video: Heboh Kasus 'Super Flu' subclade K, Ini Penjelasan Pakar"
[Gambas:Video 20detik]
(rfd/up)











































