Membaca buku seharusnya menjadi aktivitas yang menyenangkan. Namun, untuk sebagian orang, kisah dengan tema trauma, relasi toksik, atau luka emosional seperti 'Broken Strings' justru bisa memicu reaksi tak nyaman, hingga merasa ter-trigger.
Menurut spesialis kedokteran jiwa dr Lahargo Kembaren, SpKJ ada beberapa kelompok yang lebih rentan ter-trigger atau mengalami reaksi emosional yang kuat (seperti marah, cemas, takut, atau sedih) secara tiba-tiba, saat membaca buku seperti Broken Strings.
"Beberapa kelompok yang paling rentan, penyintas grooming, kekerasan seksual, atau manipulasi relasional. Luka yang mirip membuat memori lama mudah aktif kembali," kata dr Lahargo saat dihubungi detikcom, Selasa (13/1/2026).
"Orang dengan trauma relasi, misalnya pernah di-gaslighting, dimanipulasi secara emosional, hubungan tidak setara atau power imbalance," sambungnya.
Selanjutnya, menurut dr Lahargo adalah orang yang memiliki empati tinggi, sehingga mereka lebih mudah 'masuk' ke cerita dan ikut merasakan emosi tokohnya.
"Orang yang sedang rapuh secara emosional, misalnya sedang burnout, depresi, cemas berat, sedang menghadapi konflik relasi, pembaca yang tidak menyadari punya luka lama, kadang baru sadar ada trauma setelah tubuh bereaksi," katanya.
(avk/avk)