Minggu, 24 Okt 2021 18:48 WIB

Pengalaman dr. Boyke Habis-habisan Buat Sekolah di Desa Tanpa Air dan Listrik

detikTV, Khairunnisa Adinda Kinanti - 20detik - detikHealth
Jakarta -

dr. H. Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS (64) atau sapaan akrabnya, dr. Boyke dikenal dengan dokter kandungan yang sering membicarakan hal-hal kesehatan, khususnya seksualitas. dr. Boyke sudah sering kali muncul di tv untuk menyebarluaskan edukasi seks ke penonton.

Sebelum sah menjadi dokter, dr. Boyke harus menempuh WKS (Wajib Kerja Sarjana) yang menjadi salah satu syarat kelulusan. Ia ditempatkan di Puskesmas Kecamatan Palas, Lampung Selatan.

Diceritakan dr. Boyke, pada saat itu di kecamatan tersebut tidak ada air dan listrik. Namun ia bertahan hingga 3 tahun 9 bulan dan dinyatakan lulus.

Selama menjalani WKS di Kecamatan Palas, ternyata pernikahan dini banyak terjadi dan ada seorang pasien yang masih berumur 15 tahun mengeluhkan sudah menikah 2 tahun tetapi tidak kunjung hamil. Ketika diperiksa, pasangan muda itu melakukan hubungan seks di pusar istrinya. Permasalahan tersebutlah yang mendorong dr. Boyke untuk menjadi seorang seksolog.

Semasa ia menjalani WKS di Puskesmas Kecamatan Palas, ia juga mendirikan sekolah agar masyarakat di sana bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Dikarenakan masyarakatnya hanya lulusan SMP.

Namun, ia harus menyelesaikan satu masalah. Di mana keberadaan guru-guru di sana juga sangat kurang. Lantas, ia melakukan KPG (Kursus Persamaan Guru) agar masyarakat lulusan SMA bisa menjadi guru. Ia mengajar beberapa mata pelajaran untuk calon guru.

"Kemudian saya mendirikan sekolah SMA untuk anak-anak. Karena kalau anak-anak ingin sekolah ke SMA itu harus ke Kalianda kurang lebih 90 KM dari Palas, jauh apalagi harus ke Tanjung Karang. (Nama sekolahnya) SMA Panca Putra Palas," ujar dr. Boyke dalam program Sosok.

"Jadi saya KPG 1 tahun itu menjadi guru bahasa inggris, guru psikologi, yang kurang-kurang saja yang lainnya saya meminta guru SMP yang mengajar. Akhirnya mereka bisa menjadi guru lumayan bisa menambah sekitar 75 orang guru untuk satu kecamatan," lanjutnya.

Karena ketekunan dan kegigihannya demi pendidikan yang lebih baik, pada tahun 1985 dr. Boyke terpilih menjadi dokter teladan mewakili provinsi Lampung.

(fuf/gah)