Diet Selalu Gagal? Mungkin Penyebabnya Ada di DNA

Diet Selalu Gagal? Mungkin Penyebabnya Ada di DNA

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Jumat, 03 Jun 2016 18:02 WIB
Diet Selalu Gagal? Mungkin Penyebabnya Ada di DNA
Ilustrasi diet (Foto: thinkstock)
Jakarta - Sudah capek-capek diet, ternyata tubuh tak kunjung langsing. Tetapi ada juga orang yang hanya beberapa bulan diet tapi hasilnya signifikan. Dimana salahnya?

Sebuah riset mengungkap kondisi genetik seseorang menentukan kesuksesan program diet yang dijalankannya. Peneliti sampai pada kesimpulan ini setelah mengamati 46 orang yang diminta ambil bagian dalam program diet selama 8 pekan. Mereka juga diminta mengumpulkan sampel DNA untuk dites.

Ternyata ada lima penanda genetik yang berkaitan dengan penurunan berat badan yang ditemukan peneliti di tubuh partisipan. Mereka lantas memakai penanda ini untuk membuat model yang dapat memprediksi seberapa besar kesuksesan partisipan dalam program dietnya atau berapa banyak bobotnya turun saat diet.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ternyata ketika dicoba, model itu dapat memberikan prediksi dengan tingkat akurasi yang tinggi, yaitu mencapai 75 persen. "Tetapi satu hal yang pasti, hasil penurunan berat badannya sangatlah beragam," kata peneliti Cecilia Dalle Ore dari University of California, San Diego seperti dilaporkan Huffington Post.

Baca juga: Ayah Gemuk Cenderung Punya Anak-anak yang Gemuk Juga

Namun Dalle Orre optimis, kelak tes genetik bisa dipergunakan untuk memprediksi respons tubuh mereka terhadap program diet yang diberikan atau dijalankan.

"Hanya saja skala studi ini masih terlalu kecil untuk mencapai kesimpulan yang menguatkan, sehingga perlu dilakukan studi yang lebih mendalam dan melibatkan lebih banyak orang," katanya.

Kepada detikHealth, dr Dasaad Mulijono, MBBS (Hons), FIHA, PhD dari RS Bethsaida Hospital mengatakan motivasi merupakan kunci terpenting dalam program penurunan berat badan.

"Misalnya saya. Saya dokter jantung. Ketika pasien konsultasi dan saya lihat badannya kegemukan, maka akan saya minta turunkan berat badannya. Tapi pasien nggak akan percaya dan bisa malah nggak melakukan kalau saya sendiri gemuk," tutur dr Dasaad,

Selain menghindari penyakit, motivasi ini bisa berupa keinginan sederhana untuk panjang umur atau melihat anak menikah. Sementara pada orang yang lebih muda, motivasi bisa dikaitkan dengan penampilan. Tubuh gemuk akan membuat seseorang menjadi kurang percaya diri dan bukan tidak mungkin menjadi bahan ledekan teman.

Baca juga: Susah Menurunkan Berat Badan? Mungkin karena Faktor Genetik (lll/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads