Prinsipnya, begitu selesai sarapan maka perut sedang dalam kondisi penuh. Merencanakan menu makan sehat akan jauh lebih mudah dilakukan, dibandingkan saat sudah mulai lapar. Saat telanjur lapar, maka pilihan menu makan akan cenderung tidak sehat dan mengandung banyak kalori.
"Temuan kami menunjukkan bahwa memesan makanan saat sudah merasa lapar dan siap makan bisa memicu peningkatan jumlah kalori yang dipesan," kata Eric M Can Epps dari University of Pennsylvania, dikutip dari ScienceAlert, Senin (25/7/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Terpapar Suhu dan Mandi Air Dingin Bantu Turunkan Bobot? Ini Kata Pakar
Pada eksperimen pertama, para partisipan memesan makanan sejak 7 pagi meski makan siang baru tersedia sekitar pukul 11-14 siang. Hasil analisis menunjukkan, tiap 1 jam keterlambatan memesan dari jadwal yang ditentukan, ditemukan ada peningkatan sebesar 38 kalori dalam menu makan yang dipesan.
Sedangkan dalam eksperimen berikutnya, partisipan secara acak diminta memilih makanan sebelum pukul 10 pagi atau setelah pukul 11 pagi. Lagi-lagi, partisipan yang menunggu lebih lama untuk memilih makanan cenderung memesan makanan dengan kandungan energi lebih tinggi.
Baca juga: Ini Sebabnya Orang Cenderung Makan Lebih Banyak Saat sedang Stres (up/vit)











































