Para ilmuwan dari National Agriculture and Food Research Organisation di Tsukuba menyebut bahwa eksperimen pada tikus telah membuktikan hal itu. Diyakini, efek yang sama juga bisa diterapkan pada berat badan manusia.
Menurut para ilmuwan, air rebusan ubi jalar mengandung senyawa yang disebut Sweet Potato Peptida (SPP) atau peptida ubi jalar. Senyawa tersebut dihasilkan dari pencernaan enzim dari protein pada air selama proses perebusan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami terkejut SPP mengurangi kadar molekul lemak pada tikus dan tampak berperan mengontrol molekul yang menekan nafsu makan," sebut para peneliti, seperti dikutip dari Dailymail.
Baca juga: Mau Langsing? Cemil-cemil Ubi Jalar, Semangka dan Pisang Bisa Jadi Triknya
Kaitan ubi jalar dengan penurunan berat badan bukan kali ini saja diungkap dalam penelitian. Tahun 2014, sebuah penelitian di jurnal Annals of Medical and Health Science Research menyebut tikus yang diberi asupan ekstrak ubi jalar, juga mengalami penurunan nafsu makan.
Walaupun kandungan kalorinya lebih tinggi dibanding sayuran, ubi jalar juga memiliki kandungan serat yang membuat perut terasa lebih cepat penuh. Dibandingkan sumber karbohidrat lainnya, ubi jalar sepertinya bisa menjadi pilihan untuk melengkapi program diet.
Baca juga: Bagi Pasien Diabetes, Ubi Ungu Bisa Jadi Pilihan Asupan yang Disarankan (up/vit)











































