Menurut penelitian dari The Karolinska Institute, Stockholm, perokok dan mantan perokok yang rutin mengonsumsi buah serta sayur, memiliki penurunan risiko kanker paru hingga 40 persen.
Antioksidan yang dimiliki oleh buah dan sayuran diyakini dapat membantu melindungi paru-paru dari kerusakan akibat rokok. Namun efek ini hanya signifikan terjadi pada konsumsi apel, sayuran hijau dan paprika. Efek dari konsumsi buah seperti berry dan tomat tidak terlalu signifikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kaluza, selain membantu mengurangi risiko penyakit paru-paru, konsumsi rutin buah dan sayur setiap hari juga membantu menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko kanker.
Baca juga: Serupa Tapi Tak Sama, Begini Cara Bedakan Gejala Kanker Paru dan TB
Dalam studi ini, para peneliti menganalisis data dari 44.335 responden pria selama 14 tahun, dimulai pada tahun 1998. Pada awal penelitian, peserta melengkapi kuesioner tentang seberapa sering mereka mengonsumsi buah dan sayuran. Setelah itu, riwayat merokok mereka juga dipantau dan dinilai.
Seperti telah dipublikasikan dalam jurnal Thorax, ditemukan bahwa ada kaitan yang cukup signifikan antara kebiasaan makan sayur dan buah, serta angka kejadian penyakit paru.
Meski demikian, peneliti epidemiologi pernapasan dari Queen Mary University di London, Seif Shaheen, menegaskan bahwa diet bukan 'obat' dari efek merokok. Untuk mendapatkan efek maksimal, seseorang lebih dianjurkan untuk segera berhenti merokok dan tidak mencoba-coba rokok.
"Yang paling penting yang dapat Anda lakukan untuk menjaga tubuh tetap sehat adalah berhenti merokok dan tidak mencobanya," pesan Shaheen.
Baca juga: Bikin Risiko Kanker Paru Naik 8 Kali Lipat, Masih Mau Merokok?
(ajg/up)











































