Senin, 03 Sep 2018 14:14 WIB

Manfaat Kesehatan Air Lemon, Mitos Vs Fakta

Rosmha Widiyani - detikHealth
Manfaat infused water lemon sering diperdebatkan meski banyak yang mengonsumsinya. (Foto: iStock)
Jakarta - Air lemon kerap diklaim memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh. Mulai dari membantu pemulihan gangguan pencernaan, mengatasi dehidrasi, dan mengurangi berat badan. Klaim tersebut ternyata hanya sekadar mitos.

Internis Ari Fahrial Syam, dalam akun twitternya, memperingatkan bahaya air lemon pada pasien gangguan lambung. Banyak pasiennya mengalami kekambuhan gangguan maag akibat minum air perasan lemon. "Jangan percaya manfaat air lemon mengatasi gangguan lambung," katanya.

Hal senada dinyatakan praktisi diet Wesley Delbridge yang juga juru bicara Academy of Nutrition & Dietetics. Dilansir dari health24, riset yang terbatas menyebabkan banyak mitos manfaat lemon. Lemon tetap perlu asupan buah dan sayur lain untuk melengkapi kandungan nutrisinya.

Mitos lain terkait lemon adalah kemampuannya untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Lemon memang mengandung vitamin C yang kerap dikaitkan dengan fungsi daya tahan tubuh. Namun vitamin C bukan satu-satunya komponen penyusun sistem imun tubuh. Tubuh tak bisa bertahan dari serangan flu jika hanya bergantung pada lemon.



National Institutes of Health menyatakan, perempuan perlu 75 miligram vitamin C per hari. Pria perlu vitamin C lebih banyak sebesar 90 miligram vitamin C per hari. Sementara sepotong air lemon hanya mengandung sekitar 1 miligram vitamin C. Kebutuhan vitamin C setiap hari bisa dipenuhi dari buah atau sayur lain.

Terkait dehidrasi, Delbirdge menjelaskan, manfaat bukan hanya diperoleh dari air lemon. Namun juga cairan lain yang dikonsumsi bersama lemon. Kecukupan cairan membantu kerja metabolisme, otak, dan mengembalikan tingkat energi. Selain itu, kulit terasa lebih kencang dan tak mengalami sulit buang air besar.

Hal lain yang menjadi mitos adalah kemampuan lemon menurunkan berat badan. Delbridge menjelaskan, kecukupan cairan menghilangkan keinginan minum soda atau juice. Minuman bergula tinggi tersebut meningkatkan asupan kalori dalam tubuh. Berat badan perlahan turun karena tidak mengonsumsi kedua jenis minuman tersebut.

(fds/fds)