Senin, 12 Nov 2018 13:15 WIB

Beban Ganda di Hari Kesehatan Nasional, Stunting dan Obesitas Sama Banyak

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Stunting atau bertubuh pendek masih jadi masalah nutrisi yang perlu diatasi (Foto: thinkstock) Stunting atau bertubuh pendek masih jadi masalah nutrisi yang perlu diatasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Hari Kesehatan Nasional yang diperingati setiap tanggal 12 November membuka jendela baru mengenai permasalahan kesehatan yang sedang dialami oleh masyarakat Indonesia.

Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, berujar terkait dengan masalah gizi, Indonesia mengalami beban ganda. Terjadi masalah kekurangan gizi dan stunting pada anak, namun juga terdapat masalah obesitas atau kegemukan.

"Indonesia mengalami beban ganda atau double problem of nutrition problem. Di satu sisi kita mengalami masalah gizi kurang, pendek, stunting, namun di sisi lain kita juga dihadapkan pada masalah over nutrisi yakni masalah obesitas dan kegemukan," katanya saat ditemui pada agenda Hari Kesehatan Nasional di Kantor Kementerian Kesehatan Jl Rasuna Said, Senin (12/11/2018).



Meski dalam Riskesdas 2018 angka anak stunting mengalami penurunan dari 37,2 persen menjadi 30,8 persen, angka tersebut masih belum mendekati anjuran yang ditetapkan oleh WHO sebesar 20 persen.

Menkes Nila menambahkan, masalah kegemukan atau obesitas yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia terjadi karena kurangnya kesadaran akan pola hidup sehat.

"Perilaku hidup sehat di masyarakat kita masih perlu ditingkatkan. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan perilaku makan buah dan sayur yang cukup, yakni 5 porsi per hari sesuai anjuran WHO, baru mencapai 5 persen," tambahnya.

Jika perilaku masyarakat tidak diubah dari dalam diri mereka sendiri, maka tantangan yang akan dihadapi Indonesia khususnya dalam masalah kesehatan akan semakin besar. Upaya dari Kementerian Kesehatan salah satunya adalah pendekatan promotif dan preventif seperti Gerakan Masyarakat Sehat (Germas).

"Pelaksanaan GERMAS harus dimulai dari diri kita sendiri, kemudian keluarga, tatanan masyarakat, dan akhirnya seluruh komponen bangsa," tutupnya.

(up/up)
News Feed