Rabu, 17 Apr 2019 10:00 WIB

Coblosan Dimulai, Kemenkes Tegaskan Siap Tangani Caleg Stres

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Suasana pemungutan suara Pemilu 2019 (Foto: Antara Foto/Speedy Paereng) Suasana pemungutan suara Pemilu 2019 (Foto: Antara Foto/Speedy Paereng)
Topik Hangat Awas, Caleg Stres!
Jakarta - Potensi gangguan jiwa pasca pemilu mendapat perhatian dari Kementerian Kesehatan. Calon anggota legislatif yang tidak terpilih rentan mengalami gejolak jika daya tahannya rapuh.

"Orang-orang yang rapuh menghadapi antara realitas dengan kenyataan bukan hanya pada pemilu, tapi terjadi di semua kondisi," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan, dr Fidiansjah, dalam rilis untuk wartawan, Rabu (17/4/2019).

"Untuk itu, prinsipnya di dalam penyeleksian pasti mengalami kemenangan atau kegagalan. Maka kesiapan menerima kenyataan karena tidak sesuai yang diharapan harus bisa menerima. Prinsip pertamanya itu siap kalah dan menang," lanjut dr Fidi, demikian sapaan akrabnya.

Ketika mendaftar sebagai calon legislatif, seseorang sebenarnya harus mengantongi surat keterangan sehat termasuk kejiwaan. Stres pasca pemilu, menurut dr Fidi dianggap sebagai sebuah kejadian yang tidak biasa seperti halnya bencana alam.



"Ini sebuah situasi yang diketahui banyak pihak sebagai sesuatu seperti kejadian yang tidak biasa atau bencana. Proses ini (Pemilu) adalah proses persaingan dan gangguan jiwa itu bisa terjadi dari ringan sampai tingkat berat," tambah dr Fidi.

Soal perkiraan jumlah caleg stres pasca pemilu, dr Fidi mengatakan sulit diprediksi. Namun dipastikan sektor kesehatan telah bersiap untuk mengantisipasi hal tersebut.

"Ini situasi yang saya katakan pada dasaranya rumah sakit, seperti rumah sakit jiwa, siap dengan kejadian yang tidak biasa ini," tegas dr Fidi.

(up/up)
Topik Hangat Awas, Caleg Stres!