Minggu, 12 Mei 2019 03:47 WIB

Tak Harus Sahur Oatmeal Agar Kuat Puasa, Ubi dan Jengkol Juga Tinggi Serat

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Tak ada oatmeal, ubi juga tak kalah tinggi seratnya (Foto: iStock) Tak ada oatmeal, ubi juga tak kalah tinggi seratnya (Foto: iStock)
Jakarta - Asupan serat adalah salah satu kunci menahan lapar lebih lama, termasuk saat puasa Ramadhan. Selain dalam sayur dan buah-buahan, nutrisi ini juga bisa ditemukan dalam sumber-sumber karbohidrat.

"Singkong dan ubi itu seratnya juga tinggi," kata nutrisionis Rachel Olsen dalam perbincangan dengan detikHealth baru-baru ini.

Idealnya, dalam sehari seseorang membutuhkan 30 gram serat. Menurut Rachel, kebanyakan orang Indonesia bahkan belum memenuhi setengah dari kebutuhan tersebut.

Selain menjaga agar tidak cepat lapar, serat juga memberikan sejumlah manfaat lain. Nutrisionis lulusan Denmark ini mengatakan, serat mampu mengikat kolesterol dan menstabilkan kadar gula darah. Bahkan dalam beberapa penelitian, bisa mencegah kanker.



Rachel tak menampik bahwa beberapa sumber serat kerap dikaitkan dengan perut kembung alias bergas. Demikian juga jengkol, yang sebenarnya juga tinggi serat dan termasuk dalam kategori kacang-kacangan.

Tetapi seperti halnya pada kol dan juga ubi, efek perut bergas sebenarnya lebih terkait dengan kondisi sistem pencernaan. Dalam kondisi tertentu, bakteri dalam usus akan mencerna serat-serat dalam makanan tersebut dan menghasilkan lebih banyak gas dan bau tidak sedap.

"Kalau ada lebih banyak bakteri baik di pencernaan, seharusnya tidak bergas," jelas Rachel.

(up/up)