Minggu, 14 Mar 2021 15:35 WIB

Ade Rai Sebut 95 Persen Diet Berujung Kegagalan, Kesalahan Umumnya di Sini

Vidya Pinandhita - detikHealth
Binaragawan Ade Rai. Ade Rai (Foto: Frieda Isyana Putri)
Jakarta -

Berbagai tips diet berseliweran di media sosial. Namun rupanya, hal itu tak menjamin upaya diet sukses turunkan berat badan. Bahkan menurut statistik, 95 persen orang yang mencoba diet sendiri berujung gagal.

Praktisi kebugaran Ade Rai menyebut, penyebab terbesar dari diet gagal adalah kesalahpahaman. Ia tekankan, diet bukanlah sekedar program untuk mencapai bentuk tubuh, melainkan bagian dari gaya hidup.

"95 Persen orang yang diet gagal. Kenapa itu terjadi? Karena kita lakukan dengan perlawanan hati. Kita 'berkorban' untuk mendapatkan bentuk tubuh, fisik tertentu," ujarnya pada detikcom dalam program e-Life, Jumat (5/3/2021).

Ade Rai menjelaskan, seringkali orang melupakan esensi utama dari diet. Karena terlalu terpaku pada program, banyak orang hanya mengejar bentuk tubuh yang diidamkan.

Jenis metode diet di Indonesia memang amat beragam. Jenis apa pun yang dijalankan, sah-sah saja. Namun, diet yang baik adalah diet yang tidak 'mengganggu' tubuh.

"Jangan terperangkap dalam metode, tapi lupa memahami esensinya. Kenapa kita mau diet? Karena kita mau sehat. Diet tidak boleh membuat kualitas kesehatan kita menurun. Tapi kita bersiasat, supaya bisa menggunakan metode itu (diet) untuk mengarahkan pada apa yang kita mau," imbuhnya.

Hingga kini, obesitas jadi salah satu kontributor terbesar kematian di Indonesia. Perilaku kurang gerak dan minim pemahaman soal pola makan Ade Rai sebut sebagai faktor terkuatnya.

Namun ia pula tegaskan, obesitas sebenarnya bukan sebuah penyebab, melainkan akibat sehingga bisa diatasi.

"Yang paling sering dikonsumsi masyarakat Indonesia adalah karbohidrat berlebihan yang dikombinasikan dengan sumber lemak kurang baik. Yang populer nasi goreng, mie goreng, mie ayam, mie instan, tepung dan turunannya mulai dari roti, mie, kue-kuean, kerupuk, keripik dan kawan-kawannya. Bukan tidak boleh, tapi itu yang terjadi," pungkasnya.



Simak Video "Menyoal Aneka Diet yang Populer di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)