Sabtu, 04 Sep 2021 05:39 WIB

Normalkah Berat Badan Naik Saat Pandemi?

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
Female is dieting and checking her weight on the scale, selective focus Foto: istock
Jakarta -

Di tengah pandemi hampir seluruh aktivitas fisik yang kita lakukan di luar dibatasi dan dialihkan menjadi Work From Home atau secara daring. Akibatnya, sebagian dari kita mungkin jarang bergerak karena terlalu lama duduk atau punya banyak waktu luang yang tidak dimanfaatkan untuk bergerak.

Tak jarang, banyak yang mengaku mengalami kenaikan berat badan selama WFH. Lantas, apakah kenaikan berat badan selama WFH merupakan hal yang normal dialami setiap orang?

Menjawab pertanyaan ini, Yulia Baltschun, pegiat fitness dan diet mengatakan bahwa normal atau tidaknya berat badan naik selama WFH tergantung pada masing-masing orang. Nyatanya, kenaikan berat badan bisa diminimalisir

"Jadi sebenarnya dibilang wajar atau enggak tergantung skenario juga ya aku nggak bisa pukul rata itu wajar atau engga, tapi sebenarnya bisa diminimalisir itu yang paling penting," ujar Yulia dalam siaran langsung bersama detikcom, Jumat (3/9/2021).

Menurut Yulia, setiap orang memiliki tanggung jawab terhadap dirinya masing-masing tanpa harus menyalahkan keadaan. Meski terjebak di dalam rumah, aktivitas fisik tidak terbatas pada olahraga ataupun kegiatan di luar rumah.

Kegiatan di dalam rumah, seperti menyikat kamar mandi, membersihkan dapur, hingga mengecat genteng juga merupakan aktivitas fisik.

"Jadi ketika kita bahas aktivitas fisik kan nggak selalu olahraga," kata Yulia.

Aktivitas fisik ini pun bisa disiasati atau dikombinasikan dengan olahraga agar tubuh kita lebih rajin bergerak saat WFH.

Jika kamu salah satu orang yang baru tertarik menjalani olahraga saat pandemi, Yulia kasih tipsnya buat kamu.

Menurut Yulia, olahraga yang disarankan untuk pemula adalah olahraga yang menjadi hobi atau kesukaan Anda dan bisa dilakukan secara konsisten.

"Jadi sebenarnya kalau olahraga yang disarankan balik lagi karena ini fleksibel dan customize, sebenarnya bisa disesuaikan sesuai kesukaan masing-masing. Olahraga yang aku saranin adalah yang orangnya bisa lakuin dengan konsisten," pungkas Yulia.

Misalnya saja seseorang yang ogah atau malas berolahraga di gym, tetapi hobi olahraga badminton dan sering melakukannya bersama teman atau keluarga. Maka hal itu sangat disarankan. Olahraga tidak harus dilakukan di gym.

Yulia menegaskan kuncinya adalah konsisten.

"Yang penting konsisten karena aku bisa bilang aktivitas fisik atau olahraga itu hobi, tapi sebagian juga tanggung jawab. Ibarat reward sama cara kita maintenance badan kita," ungkap Yulia.

Jika mudah jenuh saat berolahraga, Yulia menyarankan untuk mengubah rutinitas olahraga dengan divariasikan atau dikombinasikan dengan aktivitas fisik lain.



Simak Video "Penyintas Covid-19 Disarankan Tak Lakukan Olahraga Anaerobik "
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)