ADVERTISEMENT

Rabu, 04 Mei 2022 10:53 WIB

Bukan Santan yang Mendongkrak Kolesterol, Ini Lho Biang Kerok Sebenarnya

Tasya Kania Azzahra Choerunisa - detikHealth
Indonesian food Opor Ayam, chicken cooked in coconut milk and spices. Served to celebrate Idul Fitri / Lebaran Bukan santan yang memicu kolesterol meningkat (Foto: Getty Images/iStockphoto/AmalliaEka)
Jakarta -

Hidangan lezat bersantan mudah sekali ditemukan saat lebaran dan kerap dikaitkan dengan risiko kolesterol naik. Padahal, sebenarnya bukan santan biang keroknya.

Dokter gizi dari RS Pondok Indah, dr Juwalita Surapsari, menjelaskan bahwa kolesterol tidak dihasilkan oleh tumbuh-tumbuhan. Karenanya, anggapan bahwa santan kelapa mengandung kolesterol sebenarnya tidak tepat.

Yang benar, kolesterol meningkat karena terlalu banyak menyantap masakan daging-dagingan yang dimasak dengan santan. Santan membuat masakan tersebut makin lezat, sehingga kadang kalap tidak bisa berhenti makan.

"Sumbangan kalori terbesar saat makan makanan hari raya adalah asupan lemak. Opor, rendang, dan sayur godog itu kan banyak lemaknya karena dimasak dengan santan," jelas dr Juwalita.

Dalam porsi yang tepat, lemak sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh. Namun jika berlebihan, maka salah satu risikonya adalah kolesterol meningkat.

"Waktu kita makan daging itu harusnya didampingi dengan serat sayuran entah itu acar atau lalap, karena serat dalam sayuran itu bisa menyerap kolesterol di makanan kita," saran dr Juwalita.



Simak Video "Ini Cara Sehat Olah Daging Kambing "
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT