Rabu, 25 Mei 2022 06:30 WIB

5 Tips Diet Defisit Kalori, Cara Langsing Jalur Aman dan Sehat

Rosiana Putri Muliandari - detikHealth
Female is dieting and checking her weight on the scale, selective focus Diet defisit kalori (Foto: istock)
Jakarta -

Terdapat berbagai jenis diet untuk menurunkan berat badan yang dapat dilakukan di rumah. Salah satu cara diet yang paling populer adalah diet defisit kalori.

Jenis diet tersebut merupakan sebuah cara penurunan berat badan yang aman dan sehat jika dilakukan dengan tepat. Dikutip dari WebMD, mengurangi 500 kalori per harinya menjadi aturan praktis yang baik saat diet defisit kalori.

Sebelum mulai diet defisit kalori, baik untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Selain itu, berikut 5 tips untuk melakukan diet defisit kalori secara aman dan sehat.

1. Pahami dulu kebutuhan kalori dalam tubuh

Kalori sendiri merupakan unit energi yang didapatkan dari makanan dan minuman. Jika terlalu sedikit mengonsumsi kalori, dapat terjadi defisit kalori.

Terdapat tiga jenis pembakaran kalori yang dilakukan oleh tubuh tiap harinya yaitu saat istirahat, efek termis dari makanan, dan pembakaran energi dari aktivitas yang dilakukan. Saat istirahat, pengeluaran kalori dilakukan untuk membuat tubuh tetap bekerja, seperti pernapasan dan sirkulasi darah.

Kemudian, efek termis makanan melibatkan pengeluaran kalori untuk mencerna, menyerap, dan metabolisme makanan. Lalu, pengeluaran energi aktivitas adalah pengeluaran kalori yang terjadi saat olahraga atau aktivitas fisik lainnya.

Jika tubuh tidak memiliki kalori yang cukup untuk melakukan semua itu, akan terjadi defisit kalori. Namun, jika diet defisit kalori dilakukan dengan konsisten dan benar dapat menurunkan berat badan.

2. Pakai kalkulator kalori

Diet defisit kalori dengan mengurangi 500 kalori per harinya, cukup untuk menurunkan berat badan secara efektif bagi sebagian orang. Meski begitu, jika baru pertama kali melakukan diet ini, tidak akan secara signifikan mempengaruhi rasa lapar atau tingkat energi.

Agar diet ini dapat dilakukan dengan tepat, seseorang perlu tahu terlebih dahulu mengenai jumlah kalori yang tepat yang dapat membuat tubuh melakukan pengeluaran energi dengan lancar.

Dikutip dari Healthline, penggunaan kalkulator kalori dapat mendukung hal tersebut. Kalkulator tersebut dapat memperkirakan pemeliharaan kalori berdasarkan data berat badan, jenis kelamin, usia, tinggi badan, dan tingkat aktivitas fisik.

3. Pantau pemeliharaan kalori setiap hari

Selain dari kalkulator, pemantauan pemeliharaan kalori dapat dilakukan dengan cara melacak asupan kalori dan berat badan selama 10 hari, seperti menggunakan aplikasi pelacak kalori.

Selain aplikasi itu, dapat menggunakan timbangan agar hasil yang didapatkan lebih akurat. Perlu diketahui, berat badan mungkin saja mengalami fluktuasi dari hari ke hari.

Meski begitu, jika berat badan tetap stabil selama 10 hari, jumlah rata-rata asupan kalori tiap harinya dapat menjadi representasi yang lebih baik.

Cara untuk menghitung kalori yang tepat untuk diet defisit kalori adalah dengan mencari rata-rata asupan kalori selama 10 hari dan kemudian kurangi 500 kalori dengan angka tersebut. Nantinya, hasil akhir tersebut menjadi target asupan harian baru saat diet defisit kalori.

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA



Simak Video "Ahli Gizi Jawab soal Diet Harus Batasi Garam dan Gula"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)