Kepikiran Bahaya Mi Instan, Tapi Tetap Doyan? Dokter Gizi Sarankan Ini

ADVERTISEMENT

Kepikiran Bahaya Mi Instan, Tapi Tetap Doyan? Dokter Gizi Sarankan Ini

Alethea Pricila - detikHealth
Rabu, 05 Okt 2022 06:50 WIB
Instant noodle - junk food
Tetap doyan meski kepikiran bahaya mi instan (Foto: Getty Images/iStockphoto/Crazybboy)
Jakarta -

Mi instan menjadi makanan wajib di konsumsi khususnya bagi anak kos yang sedang menghemat. Hal ini dilakukan karena penyajiannya yang mudah dan harga yang murah. Tak jarang dari mereka akan mengonsumsi mi instan hampir setiap hari. Lantas apakah hal ini diperbolehkan?

Spesialis gizi klinik dr Diana F Suganda, M.Kes, SpGK menjelaskan mi instan tidak bisa dikonsumsi setiap hari karena akan menyebabkan kadar garam di tubuh menjadi tinggi.

"Frekuensi makan mi instan nggak bisa setiap hari, paling nggak seminggu sekali, dua minggu dua kali. Jangan kebanyakan, nanti di hari-hari yang lain bikin makanan yang lain, ya istilahnya kadar garam kita jadi nggak tinggi," katanya saat ditemui detikcom, Jumat (30/9/2022).

dr Diana menjelaskan satu bungkus mi instan memiliki kadar garam yang tinggi sebanyak setengah dari kebutuhan natrium manusia. Garam yang tinggi menyebabkan seseorang akan merasa haus ketika selesai mengonsumsi makanan tersebut.

"Mi Instan itu, kadar garamnya yang tinggi. Kalau kita omongin mi instan yang standar ukuran 75 gram, mi instan itu sekitar 330 kalori, garamnya 1300 mg natriumnya, sedangkan kebutuhan natrium kita itu sekitar 2000 sampai 2400 mg. Jadi dari satu porsi mi instan saja udah mengambil jatah garam kita separuh," ucapnya

"Nggak heran abis makan mi instan jadi haus terus karena tubuh akan menetralisir kadar gula dan garam yang tinggi," lanjut dr Diana.

NEXT: Tips Makan Mi Instan Lebih Sehat



Simak Video "Heboh Taiwan Tolak Mi Instan dan Sejumlah Produk Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT