Cerita Sukses Pangkas BB 15 Kg Lewat Diet Viral Ade Rai

ADVERTISEMENT

Cerita Sukses Pangkas BB 15 Kg Lewat Diet Viral Ade Rai

Hana Nushratu - detikHealth
Selasa, 10 Jan 2023 12:59 WIB
Testimoni diet puasa, diet intermittent fasting.
Seorang netizen mencoba diet metode intermittent fasting ala Ade Rai. (Foto: Instagram @lintangnoviantara)
Jakarta -

Ade Rai membagikan tips dietnya melalui kanal Youtube miliknya. Tips diet tersebut berujung viral dan dicoba banyak netizen di media sosial.

Salah satu tips diet yang disarankan oleh Ade Rai adalah diet puasa atau intermittent fasting (IF). Intermittent fasting merupakan puasa pada beberapa waktu tertentu setiap hari atau minggu.

Salah satu netizen yang berhasil menerapkan metode diet tersebut membagikan testimoninya melalui media sosialnya. Netizen yang bernama Lintang berhasil menurunkan berat badan sebanyak 15 kilogram dalam waktu 100 hari.

"100 hari doang (emoji damai). Kombinasi IF (intermittent fasting) sama workout," tulis Lintang dalam akun Twitternya @lntngnvntr.

Pekerjaannya sebagai brand strategist membuat dirinya sering dipanggil sebagai pembicara di sejumlah acara. Ia mengaku tidak percaya diri dengan tubuh lamanya.

"Karena sekarang sering diminta jadi speaker, jadi agak kurang pede tampil kalau masih versi badan yang dulu,"ujar Lintang ketika dihubungi detikcom, Selasa (10/1/2022).

Diet intermittent fasting dinilai efektif bagi Lintang yang memiliki aktivitas padat. Selain itu, diet ini juga tidak membatasi jenis makanan-makanan tertentu.

"Karena aktivitas yang padat, IF terasa paling cocok. Nggak perlu ribet atau mikir keras apa yang dimakan, apa yang boleh, apa yang nggak boleh," kata Lintang.

Efek Setelah 100 Hari

Melalui Instagram Storynya, Lintang membagikan 100 hari perjalanan dietnya. Setelah 100 hari, Lintang merasakan sejumlah efeknya:

1. Lebih percaya diri

Diungkapkan Lintang, dirinya bisa lebih percaya diri. Ia jadi merasa lebih bebas menggunakan pakaian apapun atau bertemu dengan orang lain.

Selain itu, efek dari intermittent fasting juga membuat tubuhnya lebih nyaman meskipun duduk lama.

2. Napas lebih lega

Dengan turunnya berat badan, maka napasnya jadi tidak mudah 'ngos-ngosan'.

Napas yang lega juga membuat napsu makan meningkat lantaran bisa mencium aroma makanan lebih jelas. Meski demikian, Lintang belum sepenuhnya yakin dengan hubungan antara napas lega dengan napsu makan.

3. Tidur lebih nyenyak

Tidur lebih nyenyak membuat tubuh segar ketika ingin beraktivitas di esok harinya. Dengan begitu, tidak akan merasa rungsing ketika bangun tidur.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT