Sarapan dengan menu rebusan dan kukusan belakangan sedang digemari kalangan Gen Z. Tren ini bahkan mendorong banyak pelaku usaha mulai menjual pilihan makanan yang lebih sehat.
Spesialis gizi klinik dr Ardian Sandhi Pramesti, SpGK, mengatakan metode memasak dengan cara direbus atau dikukus memang dikenal lebih sehat karena minim penggunaan minyak dan lemak tambahan.
Menurutnya, cara memasak tersebut dapat membantu mengurangi asupan kalori ekstra serta mencegah terbentuknya lemak trans yang kerap muncul pada makanan hasil penggorengan.
"Di Indonesia, gorengan bisa mengandung lemak trans karena minyak digoreng ulang atau menggunakan minyak hidrogenasi parsial, yang meningkatkan risiko penyakit jantung jika dikonsumsi berlebih," ucapnya saat dihubungi detikcom, Rabu (12/11/2025).
Sebaliknya, masakan kukus justru lebih baik dalam mempertahankan vitamin dan mineral yang larut air, seperti vitamin C dan vitamin B. Proses ini tidak melibatkan suhu tinggi atau pembakaran yang bisa merusak nutrisi.
Sementara itu, metode merebus memiliki sedikit kekurangan karena sebagian nutrisi bisa larut ke dalam air, terutama jika air rebusannya dibuang.
"Kalau dilihat bahan utama yang sering dipakai untuk rebusan dan kukusan, seperti ubi, singkong, kentang, atau pisang yang kaya serat, ini semua dapat membantu pencernaan dan menstabilkan gula darah karena mengandung indeks glikemik sedang dan membuat kenyang lebih lama hingga sangat cocok untuk pencegahan dan penanganan obesitas serta diabetes tipe 2 asal dikombinasi dengan makronutrien lengkap lainnya," tuturnya.
(suc/up)