Kenapa Makanan Bakar-bakaran Tak Baik untuk Kesehatan? Ini Kata Dokter Gizi

Tren Diet 2026

Kenapa Makanan Bakar-bakaran Tak Baik untuk Kesehatan? Ini Kata Dokter Gizi

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Minggu, 04 Jan 2026 16:01 WIB
Kenapa Makanan Bakar-bakaran Tak Baik untuk Kesehatan? Ini Kata Dokter Gizi
Hati-hati mengonsumsi bakar-bakaran, batasi porsinya ya. Foto: Getty Images/iStockphoto/AlexRaths
Jakarta -

Siapa yang selama libur banyak makan sate dan barbeku? Tradisi bakar-bakaran hampir selalu hadir di tengah momen kumpul keluarga dan sahabat. Daging sapi, ayam, hingga olahan laut dibakar di atas arang menjadi menu favorit karena aromanya yang menggoda dan cita rasa khas yang sulit ditolak.

Namun di balik kelezatan tersebut, muncul kekhawatiran soal dampaknya bagi kesehatan. Tak sedikit yang bertanya, benarkah makanan bakar, terutama daging, lebih berisiko dibandingkan daging yang dimasak dengan cara lain seperti dikukus, ditumis, atau direbus?

Menurut spesialis gizi klinik, Dr dr Yohannessa Wulandari, MGizi, SpGK dari RS St Carolus Salemba, risiko makanan bakar bukan semata karena dagingnya, melainkan cara pengolahannya, terutama saat daging bersentuhan langsung dengan suhu sangat tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, pada proses pembakaran, terutama pada daging merah, suhu panas yang ekstrem dapat memicu terbentuknya zat karsinogen. Zat ini muncul ketika daging terkena api secara langsung hingga menghasilkan bagian yang menghitam atau gosong. Bagian tersebut menandakan adanya senyawa hasil pembakaran yang berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering.

ADVERTISEMENT

"Bakar kan memang dagingnya itu langsung kena api kan di arang kan kemudian ada timbul misalnya warna hitam arangnya yang nempel nah itu memang zat yang terbentuk zat karsinogen yang terbentuk gitu," kata dr Yohannessa kepada detikcom, Kamis (18/12/2025).

Ia menambahkan, risiko ini berbeda dengan metode memasak lain seperti mengukus, merebus, atau menumis. Pada cara pengolahan tersebut, daging tidak bersentuhan langsung dengan api karena menggunakan media perantara seperti air, wajan, atau kuali.

Selain makanan bakar, dr Yohannessa juga menyebutkan makanan yang diolah dengan cara diasap memiliki potensi risiko serupa. Warna hitam atau arang yang menempel pada permukaan makanan menjadi indikator adanya senyawa karsinogen.

Meski makanan bakar sering dianggap lebih sehat karena tidak menggunakan minyak, paparan langsung terhadap api tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

"Sebaiknya dihindari walaupun dia gak pakai minyak, tapi artinya nanti yang nempel nempel langsung terutama di kulit ya kulitnya kan langsung nempel, ya dibuang itu salah satu caranya," imbuhnya lagi.

@detikhealth_official Belum pup berhari-hari…terus langsung hajar 5 botol sekaligus 😳 Banyak yang kira:"Pokoknya probiotik = auto lancar!" Padahal, tubuh nggak selalu kerja secepat itu — bahkan bisa bikin perut makin nggak nyaman kalau salah cara. Sebelum coba-coba, mending nonton dulu 👀✨ #Gizi #Sembelit #BAB #Probiotik #KesehatanPencernaan ♬ original sound - detikHealth

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Setiap 25 Menit Kanker Serviks Renggut 1 Nyawa Wanita di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)
Tren Diet 2026
14 Konten
Tren diet bermunculan silih berganti. Di 2026, tren apa lagi yang akan jadi favorit para pejuang berat badan? Ini saran pakar soal pilih-pilih diet yang sehat dan aman.

Berita Terkait