Kolom Gizi

Kenapa Rasanya Lapar Terus saat Cuaca Hujan Melulu?

Mhd. Aldrian, S.Gz - detikHealth
Senin, 26 Jan 2026 06:35 WIB
Kenapa rasanya lapar melulu saat hujan seharian? Foto: Getty Images/EvgeniyShkolenko
Jakarta -

Cuaca belakangan ini kurang bersahabat. Jabodetabek dan banyak wilayah Indonesia dilanda cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang meningkat dan potensi gangguan badai sejumlah fenomena atmosfer yang aktif. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan dinamika atmosfer yang kuat sedang mendorong pertumbuhan awan hujan dan potensi hujan lebat dan diprediksi hingga akhir Januari 2026.

Sering merasa lebih cepat lapar belakangan ini ketika hujan turun hampir setiap hari seperti sekarang? Kondisi cuaca seperti ini memang kerap memicu rasa ingin makan lebih sering, meski jam makan belum tiba. Sejumlah penelitian salah satunya dari jurnal Nutrients tahun 2021 menunjukkan bahwa orang dewasa rata rata mengonsumsi makanan lebih banyak saat suhu lingkungan menurun.

Ada beberapa kemungkinan penyebab nafsu makan meningkat di tengah cuaca hujan.

1. Serotonin Rendah

Hujan yang turun terus menerus membuat paparan sinar matahari berkurang secara signifikan. Kondisi ini berdampak pada produksi serotonin di otak, zat kimia yang berperan penting dalam menjaga kestabilan suasana hati. Ketika serotonin menurun, tubuh cenderung merasa kurang nyaman, mudah lelah, dan kehilangan semangat. Otak lalu mencari solusi untuk mengembalikan rasa aman dan tenang tersebut.

Makanan menjadi salah satu jalur kompensasi paling mudah. Makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat diketahui dapat meningkatkan ketersediaan triptofan ke otak, yang kemudian digunakan untuk sintesis serotonin. Sebuah tinjauan sistematis dalam jurnal Nutrients menunjukkan bahwa kondisi lingkungan dan stresor eksternal seperti perubahan cahaya dan suhu dapat memengaruhi regulasi nafsu makan melalui jalur neurokimia, termasuk serotonin. Kondisi inilah yang membuat keinginan ngemil muncul lebih sering saat hujan, meski perut tidak benar benar kosong.

2. Suhu Tubuh Turun

Tubuh manusia memiliki sistem alami untuk menjaga suhu inti tetap stabil, yang dikenal sebagai termoregulasi. Saat lingkungan menjadi lebih dingin dan lembap seperti pada musim hujan, sistem ini langsung bekerja lebih aktif. Panas tubuh lebih cepat hilang ke lingkungan sekitar, terutama melalui kulit dan pernapasan, sehingga tubuh perlu mengimbanginya dengan menghasilkan panas dari dalam.

Produksi panas ini membutuhkan energi. Tubuh meningkatkan pembakaran energi basal agar suhu tubuh tetap berada di kisaran aman. Otak kemudian menerima sinyal bahwa cadangan energi perlu ditambah, yang diterjemahkan sebagai rasa lapar atau keinginan untuk makan lebih sering.

Makanan dan minuman hangat menjadi pilihan alami karena memberi dua efek sekaligus. Asupan energi membantu mendukung proses produksi panas, sementara suhu makanan yang hangat memberi sensasi nyaman yang langsung dirasakan tubuh.

Penelitian eksperimental terbaru yang dipublikasikan di jurnal Appetite dan Nutrition & Metabolism menunjukkan bahwa orang dewasa yang berada pada suhu lingkungan lebih rendah cenderung mengonsumsi kalori lebih banyak dibandingkan saat berada di suhu netral.



Simak Video "Video: Mensos Imbau Masyarakat Waspada Hadapi Cuaca Ekstrem"


(mal/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork