Langkah Emas Raih Kemenangan

Kok Bisa Sahur 'Full Karbo' Malah Bikin Cepat Lapar? Begini Logika Nutrisinya

Mhd. Aldrian, S.Gz - detikHealth
Minggu, 22 Feb 2026 07:02 WIB
Menu sahur full karbo justru bikin cepat lapar. Foto: Getty Images/MielPhotos2008
Jakarta -

Banyak orang berharap bisa menjalani puasa tanpa drama perut keroncongan sejak pagi. Keinginan paling sederhana saat Ramadan sebenarnya cuma satu: sahur yang bikin kenyang tahan lama, setidaknya sampai menjelang sore. Tidak sedikit yang akhirnya mengambil strategi makan sebanyak-banyaknya saat dini hari. Nasi ditambah, lauk dilipatgandakan, minuman manis ikut melimpah. Harapannya jelas, semakin banyak yang masuk, semakin lama rasa kenyang bertahan.

Sayangnya, realitas sering berkata lain. Baru beberapa jam berlalu, perut sudah terasa kosong. Tubuh mulai lemas, konsentrasi buyar, bahkan rasa kantuk datang lebih cepat. Situasi ini membuat banyak orang bertanya-tanya, salahnya di mana?

Jawabannya berkaitan dengan cara tubuh mengelola makanan tersebut. Rasa kenyang yang bertahan lama sangat dipengaruhi oleh komposisi zat gizi dan respons gula darah setelah makan. Strategi sahur yang tepat bekerja dari dalam, bukan sekadar membuat perut terasa penuh sesaat.

Kok Bisa Makan Banyak Tapi Malah Cepat Lapar?

Kebiasaan makan sahur dalam porsi besar cukup umum di Indonesia. Menu yang sering muncul adalah nasi putih dalam jumlah banyak, lauk gorengan, serta minuman manis. Kombinasi ini memang terasa mengenyangkan di awal.

Karbohidrat sederhana seperti nasi putih mudah dicerna tubuh. Proses ini menyebabkan kadar gula darah naik dengan cepat. Kondisi tersebut dikenal sebagai glucose spike. Setelah lonjakan terjadi, kadar gula darah dapat turun dalam waktu relatif singkat. Penurunan inilah yang memicu rasa lemas, mengantuk, dan lapar lebih cepat.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nutrients dan The American Journal of Clinical Nutrition dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa makanan dengan indeks glikemik tinggi memicu fluktuasi gula darah yang lebih besar. Fluktuasi tersebut berpengaruh pada regulasi hormon lapar seperti ghrelin, sehingga keinginan makan muncul kembali dalam waktu singkat.

Jenis makanan lain juga ikut berperan. Makanan berminyak membutuhkan waktu cerna lebih lama dan kerja ekstra dari sistem pencernaan. Perut dapat terasa berat atau tidak nyaman. Makanan tinggi garam meningkatkan rasa haus dan memengaruhi keseimbangan cairan tubuh. Hidangan yang sangat pedas atau asam pada sebagian orang memicu keluhan lambung sejak pagi.

Tubuh memerlukan energi yang stabil dan bertahap selama puasa. Sumber energi yang cepat diserap memang buat tubuh merasa energi full, namun efeknya ternyata tidak bertahan lama.

@detikhealth_official Siapa yang masih mikir, banyak makan nasi putih saat sahur bikin kamu kenyang lebih lama? Salah ya! Nasi putih termasuk karbohidrat sederhana dengan indeks glikemik tinggi sehingga bikin lonjakan gula darah kamu naik drastis dan cepat lapar lagi. Jadi, sahur bukan soal makan banyak, tapi gizi seimbang! Creator: Shafira #kolomgizi #ramadan2026 #nasiputih #makanansehat #guladarah ♬ Cute background music for kids(951274) - dama



Simak Video "Video: Jelang Hari Raya Idul Fitri, BPOM RI Bakal Sidak Parcel Ilegal"


(mal/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork