Kolom Gizi

Ada Kurma Mengandung Sirup Glukosa dan Pengawet E202, Amankah Dikonsumsi?

Fitri Isnia Nuryani, S.Pt - detikHealth
Selasa, 03 Mar 2026 07:02 WIB
Kurma mengandung sirup glukosa dan kalium sorbat tidak serta merta berarti bahaya. Foto: Getty Images/Olga Yastremska
Jakarta -

Narasi di media sosial X menyoroti label komposisi pada produk kurma yang mencantumkan sirup glukosa dan E202. Unggahan akun @SeputarTetangga pada Kamis (19/2/2026) disertai tangkapan layar label yang memicu pertanyaan warganet soal transparansi informasi bahan.

"Ada yang bisa jelaskan? Di label asli, ada tertera bahan lain. Kenapa di label tambahan yg bahasa Indonesia cuma di-list buah kurma? Bukannya mesti ditulis semuanya ya? Gak semua orang ngerti arti yg di atas, taunya ini kurma tanpa tambahan apapun. Atau glucose syrup conservative e202 itu something yg naturally occur pada kurma?" tulisnya.

Tak sedikit konsumen mengira sirup glukosa merupakan pengawet yang membuat kurma lebih tahan lama. Padahal, sirup glukosa dan E202 memiliki fungsi berbeda. Sirup glukosa umumnya berperan dalam memperbaiki tekstur dan tampilan, sementara E202 atau kalium sorbat dikenal sebagai penghambat pertumbuhan jamur dan ragi.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara kerja masing-masing bahan tersebut dalam produk kurma? Memahami perbedaannya penting agar konsumen tidak salah kaprah saat membaca label pangan.

Sirup Glukosa pada Kurma: Pemanis, Pelapis, atau Penambah Berat?

Sirup glukosa memang bukan pengawet kimia seperti E202. Namun, bahan ini tetap bisa ikut berperan dalam menjaga ketahanan kurma. Kandungan gula yang tinggi membantu "mengikat" air di dalam buah, sehingga air yang bisa dimanfaatkan jamur dan mikroba menjadi lebih sedikit. Karena mikroorganisme membutuhkan air untuk tumbuh, kondisi ini membuat kurma lebih sulit berjamur dan relatif lebih tahan lama.

Hal ini selaras dengan pernyataan Pakar Teknologi Pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Nuri Andarwulan, bahwa penambahan sirup glukosa juga dapat memperpanjang umur simpan kurma.

"Umur simpan kurma menjadi lebih lama karena glukosa menurunkan jumlah water activity (aw) atau air bebas sehingga jamur (mikroba yang paling mudah tumbuh di kurma) dihambat pertumbuhannya," jelasnya saat dihubungi detikcom, Rabu (25/2/2026).

Meski begitu, cara kerja sirup glukosa berbeda dengan pengawet kimia. Sirup glukosa tidak membunuh atau langsung menghambat mikroba, melainkan hanya mengurangi "ruang hidupnya" dengan membuat air lebih sulit diakses. Karena itu, dalam kondisi tertentu, misalnya jika kurma dibuat lebih lembap atau harus disimpan lama, produsen bisa menambahkan pengawet seperti E202 sebagai perlindungan tambahan.

Jadi, sirup glukosa memang bisa ikut membantu membuat kurma lebih tahan lama, tetapi bukan sebagai pengawet utama. Perannya lebih sebagai pendukung yang membantu menjaga kondisi produk tetap stabil. Lantas, apa sebenarnya tujuan utama penambahan sirup glukosa pada kurma?



Simak Video "Video Ramai Kurma Mengandung Sirup Glukosa dan Kalium Sorbat, Apa Fungsinya?"


(fti/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork