Kerap Terlupakan, Ini Menu Hidangan Penyumbang Asam Urat Saat Lebaran

Kolom Gizi

Kerap Terlupakan, Ini Menu Hidangan Penyumbang Asam Urat Saat Lebaran

detikHealth
Minggu, 22 Mar 2026 12:12 WIB
Mhd. Aldrian, S.Gz
Ditulis oleh:
Mhd. Aldrian, S.Gz
Lulusan sarjana ilmu gizi Universitas Andalas, memiliki minat dalam hal keamanan dan kesehatan pangan. Saat ini menjadi penulis lepas untuk detikHealth.
lebaran bebas drama kolesterol dan asam urat
Lebaran bebas drama kolesterol dan asam urat. Foto: infografis detikHealth
Jakarta -

Ketika momen Lebaran, hidangan yang tersaji biasanya sangat menggoda. Sejak pagi, meja makan biasanya sudah dipenuhi berbagai hidangan khas seperti opor ayam, rendang, sambal goreng ati, seafood hingga aneka lauk bersantan yang disantap bersama ketupat atau lontong. Dalam suasana hangat berkumpul bersama keluarga, banyak yang tak sadar dalam mengontrol apa yang dimakan. Piring sering kali terisi terus menerus tanpa terasa.

Di tengah kemeriahan itu, ada satu hal yang kerap luput dari perhatian: beberapa hidangan khas Lebaran ternyata termasuk makanan yang dapat menyumbang peningkatan kadar asam urat dalam tubuh.

Bukan berarti makanan tersebut harus dihindari sepenuhnya, tetapi penting untuk membatasi dan tidak berlebihan ketika makan hidangan di hari raya agar tetap sehat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

1. Jeroan

Salah satu hidangan yang sering muncul saat Lebaran adalah olahan jeroan, seperti sambal goreng hati sapi atau paru goreng. Teksturnya yang khas dan rasanya yang gurih membuat banyak orang sulit menolak.

Namun di balik kelezatannya, jeroan dikenal memiliki kandungan purin yang tinggi. Purin merupakan senyawa alami yang ketika dipecah oleh tubuh akan menghasilkan asam urat. Jika jumlah purin yang masuk terlalu banyak, kadar asam urat dalam darah bisa meningkat.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Biological and Pharmaceutical Bulletin tahun 2014 menunjukkan bahwa organ hewan seperti hati, ginjal, dan limpa termasuk makanan dengan kandungan purin paling tinggi dibandingkan bagian daging lainnya. Karena itu, konsumsi jeroan dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko hiperurisemia, yaitu kondisi ketika kadar asam urat dalam darah melebihi batas normal.

2. Hidangan Berbahan Daging Merah

Lebaran juga identik dengan berbagai olahan daging merah. Rendang, semur daging, hingga sate sering menjadi hidangan utama di banyak rumah.

Daging merah sebenarnya bukan makanan yang sepenuhnya dilarang bagi orang dengan risiko asam urat. Namun daging sapi dan kambing tetap mengandung purin dalam jumlah sedang hingga tinggi. Ketika dikonsumsi dalam porsi besar, terutama dalam beberapa hari berturut-turut selama masa Lebaran, asupan purin dari makanan bisa ikut menumpuk.

Studi ilmiah yang dimuat dalam Asia Pacific Journal Clinical Nutrition tahun 2018 menjelaskan bahwa konsumsi tinggi daging merah berkaitan dengan peningkatan kadar asam urat dan risiko serangan gout pada sebagian orang. Hal ini terutama terjadi ketika pola makan tinggi purin berlangsung terus-menerus.

3. Seafood

Selain daging, hidangan laut juga sering menjadi pelengkap meja makan saat Lebaran, mulai dari udang balado, cumi saus tiram, hingga kerang atau ikan goreng.

Seafood kerap dianggap sebagai sumber protein yang lebih ringan dibandingkan daging merah. Namun beberapa jenis makanan laut justru mengandung purin cukup tinggi, terutama kerang, udang, sarden, dan ikan teri.

Konsumsi seafood dalam jumlah tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko gout. Hal ini karena sejumlah jenis makanan laut memiliki kandungan purin yang cukup besar, sehingga ketika dikonsumsi dalam jumlah banyak dapat meningkatkan produksi asam urat dalam tubuh.

4. Kaldu dan Kuah Pekat Menu Daging

Satu lagi yang sering tidak disadari adalah kuah atau kaldu dari masakan daging. Hidangan seperti gulai, semur, atau opor biasanya dimasak dalam waktu lama sehingga sari daging dan tulang larut ke dalam kuah.

Proses memasak tersebut membuat purin ikut larut dalam cairan. Artinya, kuah yang terasa gurih justru dapat mengandung konsentrasi purin yang cukup tinggi. Ketika seseorang menyantap daging sekaligus kuahnya dalam jumlah besar, asupan purin yang masuk ke tubuh bisa semakin bertambah.

5. Makanan dan Minuman Manis

Makanan dan minuman manis pasti selalu ada saat Lebaran. Setelah makan ketupat atau opor, banyak orang biasanya melanjutkan dengan kue raya, sirup, es buah, atau minuman kemasan yang rasanya manis.

Sering tidak disadari, gula justru bisa berperan besar dalam meningkatkan kadar asam urat. Terutama gula yang mengandung fruktosa, seperti pada minuman manis, soda, sirup, atau makanan olahan.

Fruktosa dimetabolisme di hati melalui proses yang dapat memicu pembentukan asam urat. Saat fruktosa dipecah, tubuh menggunakan cadangan energi sel yang kemudian menghasilkan senyawa yang menjadi bahan pembentukan asam urat. Proses ini membuat kadar asam urat dapat meningkat dengan cepat setelah konsumsi gula tinggi.

Tidak hanya meningkatkan produksi asam urat, konsumsi gula berlebihan ternyata dapat mengganggu metabolisme asam urat di dalam tubuh dengan memicu kerusakan ginjal. Kondisi ini membuat keseimbangan antara produksi dan ekskresi/pembuangan asam urat menjadi terganggu, sehingga kadar asam urat lebih mudah meningkat.

Itulah sebabnya, selain makanan tinggi purin seperti jeroan, daging merah, atau seafood, makanan dan minuman manis juga mulai diperhatikan sebagai faktor yang dapat memicu kenaikan asam urat, terutama jika dikonsumsi berlebihan selama momen Lebaran.

Tidak Perlu Terlalu Khawatir

Meski begitu, menikmati hidangan Lebaran sebenarnya tidak perlu disertai rasa takut berlebihan. Tubuh manusia memiliki mekanisme untuk mengelola asam urat, termasuk melalui proses pengeluaran lewat urine.

Publikasi dalam International Journal of Cardiology tahun 2016 menjelaskan, sebagian besar asam urat di dalam tubuh sebenarnya berasal dari proses metabolisme alami sel tubuh sendiri. Sekitar dua pertiga asam urat diproduksi secara endogen, sementara hanya sekitar sepertiga yang berasal dari makanan yang dikonsumsi.

Artinya, makanan memang berperan, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan tinggi rendahnya kadar asam urat. Jika seseorang mengalami kadar asam urat tinggi atau bahkan serangan gout, hal tersebut biasanya berkaitan dengan gangguan keseimbangan metabolisme asam urat. Produksi asam urat bisa meningkat, sementara proses pembuangannya melalui ginjal tidak berjalan optimal.

Karena itu, menikmati hidangan Lebaran seperti rendang, sambal goreng hati, seafood, atau gulai sebenarnya tidak masalah selama tidak berlebihan. Tubuh masih mampu mentoleransi konsumsi makanan tinggi purin sesekali.

Masalah biasanya muncul ketika pola makan tersebut berlangsung terus-menerus atau muncul pada orang yang memang memiliki metabolisme asam urat yang terganggu. Dalam kondisi itu, tubuh bisa mulai mengirimkan sinyal berupa nyeri sendi, bengkak, atau gejala khas asam urat sebagai tanda bahwa kadar asam urat dalam tubuh sedang meningkat.

Halaman 2 dari 4


Simak Video "Video: Tips Kurban Sehat, Bebas Derita Kolesterol dan Asam Urat"
[Gambas:Video 20detik] (mal/up)
Lebaran Bebas Kolesterol Asam Urat
12 Konten
Lebaran identik dengan makan enak, serba santan dan serba berlemak. Wajar jika banyak yang khawatir kolesterol dan asam uratnya kambuh. Tapi tenang, bisa kok dikelola dengan bijak. Simak ulasannya.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads