Banyak orang merasa sudah "makan sesuai batas" setelah melihat angka kalori di label kemasan. Padahal, tanpa disadari, yang dibaca sering kali bukan angka untuk seluruh isi produk, melainkan hanya untuk satu porsi kecil yang disebut "per sajian". Di sisi lain, ada juga informasi "per kemasan" yang justru mewakili total kandungan jika produk dihabiskan sekaligus.
Perbedaan sederhana ini kerap terlewat, tapi dampaknya bisa besar, mulai dari salah hitung asupan kalori, gula, hingga garam. Tak heran kalau ada yang merasa sudah makan sedikit, padahal sebenarnya konsumsi nutrisinya sudah berlipat dari yang diperkirakan.
Lalu, apa sebenarnya arti "per sajian" dan "per kemasan" di label gizi, serta bagaimana cara membedakan dan menghitungnya dengan tepat?
Apa Makna "Per Sajian" dan "Per Kemasan"?
Saat membaca label gizi pada makanan atau minuman kemasan, kamu biasanya akan menemukan dua istilah penting: "per sajian" dan "per kemasan". Meski terlihat mirip, keduanya punya arti yang berbeda.
Mengacu pada pedoman dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, informasi nilai gizi umumnya disajikan berdasarkan takaran saji. "Per sajian" merujuk pada kandungan gizi dalam satu porsi yang sudah ditentukan oleh produsen. Porsi ini belum tentu sama dengan satu bungkus utuh. Bahkan, dalam satu kemasan bisa saja terdapat lebih dari satu sajian.
Artinya, angka kalori, gula, lemak, atau natrium yang tertera hanya berlaku untuk sebagian isi produk, bukan keseluruhannya.
Sementara itu, "per kemasan" menunjukkan total kandungan gizi jika produk tersebut dikonsumsi sekaligus hingga habis. Informasi ini membantu memberikan gambaran yang lebih realistis tentang berapa banyak kalori dan zat gizi yang benar-benar masuk ke tubuh.
Memahami perbedaan ini penting, karena banyak orang tanpa sadar mengonsumsi satu kemasan penuh, tetapi hanya mengacu pada angka "per sajian". Akibatnya, asupan kalori dan zat gizi lain bisa jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan.
Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"
(fti/up)