Kolom Gizi

Alasan Tempe Populer di Kalangan Vegetarian

Fitri Isnia Nuryani, S.Pt - detikHealth
Minggu, 26 Apr 2026 10:06 WIB
Tempe untuk vegan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Berlind Prs
Jakarta -

Tempe kian menegaskan posisinya sebagai andalan dalam pola makan vegetarian. Bukan sekadar pengganti daging, makanan fermentasi khas Indonesia ini menawarkan kombinasi unik antara kandungan gizi, kemudahan diolah, dan cita rasa yang akrab di lidah.

Tak heran, tempe semakin banyak dipilih sebagai sumber protein nabati utama, baik oleh vegetarian maupun mereka yang ingin mengurangi konsumsi daging.

Tempe dipercaya memiliki keunggulan dibandingkan banyak sumber protein nabati lain, terutama dari sisi kecernaan dan ketersediaan gizinya bagi tubuh.

Protein Nabati Tinggi, Alternatif Daging yang Terjangkau

Bagi vegetarian, kebutuhan protein harian sepenuhnya bergantung pada sumber nabati. Dalam konteks ini, tempe menjadi salah satu pilihan paling menonjol karena kandungan proteinnya yang tinggi sekaligus mudah diakses. Berbeda dengan banyak sumber protein lain yang harganya relatif mahal, tempe dikenal sebagai bahan pangan bergizi dengan harga terjangkau dan mudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.

Pegiat fermentasi pangan, Wida Winarno, yang juga co-founder Indonesian Tempe Movement, menjelaskan bahwa tempe merupakan sumber protein nabati yang sangat penting, terutama bagi mereka yang tidak mengonsumsi produk hewani.

"Jadi tempe itu satu-satunya protein yang non-hewani. Sebetulnya kacang-kacangan juga mengandung protein yang cukup tinggi, tetapi melalui proses fermentasi, terjadi berbagai reaksi kimiawi yang membuat proteinnya menjadi lebih tinggi dan lebih mudah dicerna oleh tubuh," jelasnya, ditemui dalam workshop tempe di NextDoor by Pantry Magic, bekerja sama dengan detikEvent.

Hal ini juga sejalan dengan kajian ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal Journal of Cleaner Production. Dalam studi tersebut, tempe tercatat memiliki skor efisiensi protein sebesar 4,0, jauh lebih tinggi dibandingkan daging sapi (1,6), susu (1,4), telur (1,2), dan ayam (1,0).

Artinya, dalam jumlah energi yang sama, tempe mampu menyediakan protein hingga beberapa kali lipat lebih banyak dibandingkan sumber protein hewani tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa tempe bukan hanya sekadar alternatif, tetapi juga pilihan yang lebih efisien dalam memenuhi kebutuhan protein harian.

Keunggulan ini membuat tempe tidak hanya relevan bagi vegetarian, tetapi juga bagi masyarakat umum yang ingin memenuhi kebutuhan protein dengan cara yang lebih ekonomis, berkelanjutan, dan tetap bergizi.



Simak Video "Video: Menakar Peluang Tempe Jadi 'Superfood' Masa Depan"


(fti/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork