Pernah merasa tubuh terlihat "lebih gemuk" meski makan tidak berlebihan, lalu menyimpulkannya sebagai faktor "tulang besar"? Istilah ini sering muncul dalam percakapan sehari-hari, bahkan tak jarang dijadikan penjelasan utama saat berat badan naik. Tapi, benarkah struktur tulang bisa membuat seseorang tampak gemuk?
Di balik anggapan yang sudah lama dipercaya ini, ada perbedaan penting yang sering terlewat: antara ukuran rangka tubuh dan penumpukan lemak. Keduanya bisa sama-sama membuat tubuh terlihat besar, tetapi berasal dari kondisi yang sangat berbeda. Lalu, bagaimana cara membedakannya? Dan apakah "tulang besar" benar-benar bisa menjelaskan bentuk tubuh seseorang?
"Tulang Besar" dalam Kacamata Medis
Istilah "tulang besar" biasanya digunakan untuk menjelaskan tubuh yang terlihat lebih berisi meski merasa pola makan tidak berlebihan. Namun, dalam dunia medis, istilah ini bukanlah kategori atau diagnosis resmi yang dapat digunakan untuk menjelaskan kondisi berat badan seseorang.
Secara ilmiah, yang dikenal adalah ukuran kerangka tubuh (frame size)-yakni variasi bentuk dan lebar rangka antar individu. Ada orang dengan bahu lebih lebar, panggul lebih besar, atau pergelangan tangan yang lebih tebal. Perbedaan ini memang nyata, tetapi kontribusinya terhadap berat badan dan tampilan tubuh sering kali tidak sebesar yang dibayangkan.
Untuk memastikan apakah seseorang memiliki struktur tulang yang lebih besar, tidak cukup hanya berdasarkan pengamatan visual. Diperlukan pemeriksaan yang dapat menilai kepadatan dan komposisi tubuh secara objektif. Praktisi kesehatan Dr dr Tan Shot Yen, M.Hum, menekankan, anggapan "tulang besar" tidak bisa disimpulkan begitu saja.
"Bisa iya, bisa tidak, karena itu harus dicek kepadatan tulangnya, dicek komposisi tulangnya. Jadi ya bisa saja tulangnya memang besar, tapi kita tidak bisa mengatakan tanpa studi berbasis bukti." jelasnya dalam perbincangan dengan detikcom baru-baru ini.
Di sisi lain, tulang hanya menyumbang sebagian kecil dari total berat tubuh. Artinya, meskipun seseorang memiliki kerangka tubuh yang lebih besar, pengaruhnya terhadap kesan "gemuk" relatif terbatas. Dalam banyak kasus, perubahan bentuk tubuh yang terlihat justru lebih dipengaruhi oleh lemak tubuh dan massa otot, bukan ukuran tulang semata.
Dengan demikian, "tulang besar" memang memiliki dasar dalam variasi anatomi manusia, tetapi tidak cukup kuat untuk dijadikan penjelasan utama seseorang terlihat gemuk. Untuk memahami kondisi tubuh secara lebih akurat, diperlukan pendekatan yang melihat komposisi tubuh secara keseluruhan, bukan hanya ukuran rangka.
Simak Video "Video: Dokter Tegaskan Makan Daging Bukan Pemicu GERD!"
(fti/up)