Perut terasa begah, kembung, atau asam lambung naik setelah makan sate dan olahan daging saat Idul Adha mungkin dialami sebagian orang. Keluhan ini kerap muncul ketika konsumsi daging meningkat selama hari raya. Tak sedikit pula yang mengaitkan makan daging dengan kambuhnya GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Aru Ariyanto, SpPD-KGEH, mengatakan keluhan tersebut sebenarnya lebih berkaitan dengan jumlah konsumsi dan proses pencernaan daging yang memang lebih lama dibanding makanan lain. Karena itu, ia mengingatkan untuk tidak makan daging secara berlebihan selama Idul Adha.
Kenapa Setelah Makan Daging Perut Terasa Begah?
Menurut dr Aru, rasa begah dan kembung setelah makan daging sebenarnya berkaitan dengan proses pencernaan yang membutuhkan waktu lebih lama dibanding makanan lain.
"Kalau dari beberapa penelitian memperlihatkan konsumsi daging itu akan lama dicerna di lambung," ujarnya, saat ditemui oleh detikcom, Kamis, (21/5/2026).
Ia menjelaskan proses pencernaan protein dari daging memang lebih berat sehingga tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk mengolahnya.
"Dari beberapa penelitian memperlihatkan butuh waktu sampai 5 jam untuk bisa daging itu dicerna di pencernaan," katanya.
Akibatnya, sebagian orang bisa mengalami rasa penuh, begah, hingga konstipasi setelah makan daging dalam jumlah banyak.
"Orang-orang dengan banyak makan daging biasanya terjadi konstipasi, kadang-kadang perutnya terasa penuh, begah karena proses pengolahan atau proses pencernaan protein daging tadi memakan waktu yang lebih lama di pencernaan," jelasnya.
Simak Video "Video: Dokter Tegaskan Makan Daging Bukan Pemicu GERD!"
(up/up)