Butuh Panasin Masakan Daging? Begini Caranya Biar Kualitas Nutrisinya Terjaga

Kolom Gizi

Butuh Panasin Masakan Daging? Begini Caranya Biar Kualitas Nutrisinya Terjaga

detikHealth
Kamis, 28 Mei 2026 15:07 WIB
Mhd. Aldrian, S.Gz
Ditulis oleh:
Mhd. Aldrian, S.Gz
Lulusan sarjana ilmu gizi Universitas Andalas, memiliki minat dalam hal keamanan dan kesehatan pangan. Saat ini menjadi penulis lepas untuk detikHealth.
Man cooks meat in a frying pan
Memanaskan masakan daging. Foto: Getty Images/iStockphoto/RazoomGames
Jakarta -

Saat Idul Adha, tidak jarang masakan daging biasanya melimpah di rumah. Gulai, rendang, semur, sampai tongseng sering dimasak dalam porsi besar supaya bisa dinikmati beberapa kali dalam beberapa hari ke depan. Karena porsinya besar, masakan yang sama pun kerap dipanaskan berulang kali.

Sekilas terlihat aman aman saja. Padahal, kebiasaan memanaskan masakan daging berulang kali bisa memengaruhi kualitas makanan, mulai dari rasa, tekstur, hingga keamanan pangannya bila proses penyimpanannya kurang tepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemanasan Berulang Bisa Menurunkan Kualitas Gizi

Selain memengaruhi rasa dan tekstur, pemanasan berulang pada masakan daging juga dapat memicu oksidasi lemak dan berkurangnya kandungan vitamin yang sensitif terhadap panas.

Penelitian dalam jurnal Food Chemistry tahun 2026 menjelaskan pemanasan ulang dapat meningkatkan pembentukan senyawa hasil oksidasi lemak yang memengaruhi kualitas makanan. Kondisi ini membuat aroma masakan berubah, muncul rasa tengik, dan kualitas gizinya perlahan menurun.

ADVERTISEMENT

Risiko ini biasanya lebih besar pada masakan bersantan atau makanan dengan kandungan lemak tinggi seperti gulai dan rendang yang dipanaskan berkali kali dalam waktu beberapa hari.

Meski begitu, bahaya terbesar sebenarnya bukan sekadar dari proses dipanaskan ulangnya, melainkan dari cara penyimpanan makanan setelah matang. Masakan daging yang terlalu lama berada di suhu ruang memberi kesempatan bakteri berkembang lebih cepat.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, bakteri dapat berkembang cepat pada suhu antara 4 hingga 60 derajat Celsius atau yang dikenal sebagai danger zone.

Panaskan Sesuai Porsi yang Akan Dimakan

Masakan yang sudah disimpan di kulkas pada suhu aman masih boleh dipanaskan kembali sebelum dikonsumsi. Memanaskan ulang masakan daging tidak masalah, asalkan makanan disimpan dengan benar dan tidak dipanaskan berulang kali.

Semakin sering masakan daging dipanaskan, didinginkan, lalu disimpan kembali, kualitas makanan bisa lebih cepat menurun dan risiko pertumbuhan bakteri bisa meningkat.

Karena itu, lebih aman bila masakan dibagi dalam beberapa porsi sejak disimpan. Saat ingin makan, cukup panaskan porsi yang memang akan dikonsumsi saja. Cara ini membantu menjaga rasa, tekstur, dan kualitas masakan tetap lebih baik sekaligus mengurangi risiko pertumbuhan bakteri akibat makanan terlalu sering keluar masuk suhu ruang.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Dokter Tegaskan Makan Daging Bukan Pemicu GERD!"
[Gambas:Video 20detik]
(mal/up)
Tips Sehat Menyantap Daging Kurban
30 Konten
Bagi sebagian orang, nikmatnya menyantap daging kurban selalu dibayangi dengan risiko kesehatan. Kolesterol dan asam urat bikin kepikiran, padahal sebenarnya bisa dikelola dengan baik.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads