Media sosial membuat informasi tentang berbagai metode diet semakin mudah diakses, mulai dari intermittent fasting hingga diet rendah karbohidrat. Meski demikian, tidak semua metode diet memberikan hasil yang sama.
Bahkan dengan metode yang sama, hasilnya bisa bervariasi pada setiap individu. Ada yang berhasil menurunkan berat badan dengan cepat, sementara sebagian lainnya tidak merasakan perubahan berarti meski menjalankan pola makan yang serupa.
Fenomena ini cukup sering ditemui dalam praktik klinis. Spesialis gizi klinik, dr Yaze, SpGK, mengatakan banyak pasien datang dengan pertanyaan mengapa diet yang berhasil pada teman atau anggota keluarganya justru tidak memberikan hasil yang sama.
"Sering kali pasien datang dengan pertanyaan yang sama, mengapa diet yang berhasil pada teman atau anggota keluarganya justru tidak memberikan hasil yang serupa pada dirinya," ujar dr Yaze.
Salah satu jawabannya ternyata tersimpan di dalam tubuh masing masing, yaitu pada faktor genetik atau DNA. Lalu, seperti apa peran DNA dalam pola makan modern yang kini semakin personal?
Tubuh Setiap Individu Memiliki Metabolisme yang Berbeda
Meski mengonsumsi makanan yang sama dan menjalani pola hidup yang mirip, respons tubuh setiap individu belum tentu serupa. Menurut dokter yang juga aktif ngonten di Instagram dengan akun @dr.yaze.spgk tersebut, faktor genetik menjadi salah satu hal yang turut berperan dalam proses tersebut.
"Dua orang dapat mengonsumsi makanan yang sama dan menjalani pola hidup yang mirip, tetapi respons tubuhnya belum tentu identik. Faktor genetik menjadi salah satu hal yang turut berperan dalam proses tersebut," jelas dr Yaze.
DNA menyimpan informasi yang mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk cara tubuh memproses zat gizi. Perbedaan susunan genetik dapat memengaruhi bagaimana tubuh merespons proses metabolisme karbohidrat, lemak, kafein, hingga aktivitas fisik. Karena itu, pola makan yang memberikan hasil optimal pada satu individu belum tentu memberikan hasil yang sama pada individu lainnya.
Perbedaan inilah yang membuat kebutuhan nutrisi tidak selalu bisa disamaratakan. Semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa karakteristik biologis setiap individu ikut menentukan bagaimana tubuh merespons makanan yang dikonsumsi.
Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"
(mal/up)