Saat seseorang punya riwayat kolesterol tinggi, keju sering menjadi salah satu makanan yang langsung dicoret dari menu. Alasannya sederhana: keju mengandung lemak jenuh yang selama ini diketahui dapat meningkatkan kadar LDL (Low Density Lipoprotein) atau yang sering disebut sebagai "kolesterol jahat".
Namun, penelitian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa hubungan antara keju dan kolesterol ternyata tidak sesederhana itu. Para peneliti menemukan bahwa efek keju terhadap kesehatan jantung tidak bisa dinilai hanya dari kandungan lemak jenuhnya saja. Ada faktor lain yang ikut berperan, mulai dari struktur makanan hingga pola makan secara keseluruhan.
Mengapa Keju Sering Dianggap Menaikkan Kolesterol?
Pandangan ini berasal dari berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam darah. Karena itu, sejumlah organisasi kesehatan, termasuk World Health Organization dan American Heart Association, masih merekomendasikan pembatasan asupan lemak jenuh sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir para ilmuwan mulai mempertanyakan apakah dampak suatu makanan dapat dinilai hanya dari satu zat gizi yang dikandungnya. Menurut tinjauan ilmiah yang dipimpin Thorning dkk. dan diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition pada 2021, efek produk susu terhadap kesehatan jantung tidak dapat diprediksi hanya berdasarkan kandungan lemak jenuhnya. Peneliti menilai struktur makanan secara keseluruhan atau food matrix juga perlu diperhitungkan.
Temuan serupa juga disampaikan dalam tinjauan ilmiah yang diterbitkan di jurnal Advances in Nutrition pada 2023. Para peneliti menyebut bahwa bukti ilmiah saat ini menunjukkan hubungan antara produk susu dan kesehatan kardiovaskular lebih kompleks dibandingkan yang selama ini dipahami.
Dengan kata lain, keju memang mengandung lemak jenuh dan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kadar LDL bila dikonsumsi berlebihan. Namun, para peneliti mulai menemukan bahwa efek keju terhadap kolesterol tidak selalu sama dengan makanan lain yang juga tinggi lemak jenuh.
Karena itu, sejumlah studi kemudian membandingkan keju dengan sumber lemak susu lain, seperti mentega, untuk melihat apakah keduanya memberikan dampak yang sama terhadap kadar kolesterol.
Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"
(fti/up)