Sosis merupakan salah satu produk Ultra Processed Food (UPF) yang paling kerap disorot penggunaannya. Di satu sisi cukup praktis untuk lauk maupun campuran makanan sehari-hari, tapi di sisi lain banyak menggunakan bahan tambahan yang bisa berdampak bagi kesehatan.
Salah satu yang belakangan banyak dibahas adalah kandungan sodium atau natrium. Sebagian besar sodium pada sosis bukan hanya berasal dari garam dapur, tetapi juga dari berbagai bahan tambahan pangan yang berfungsi menjaga cita rasa, tekstur, sekaligus memperpanjang masa simpan produk.
Inilah yang membuat sosis termasuk salah satu sumber hidden sodium yang dapat menyumbang asupan natrium harian tanpa disadari. Walaupun tidak hidden-hidden amat karena sebenarnya sudah tercantum di label kemasan, namun seringkali luput dari perhitungan karena tidak terasa asin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap produsen menggunakan formulasi yang berbeda sehingga kadar natrium dalam produknya pun bervariasi. Selisih kandungan natrium antarmerek bahkan bisa mencapai ratusan miligram. Perbedaan ini penting diketahui karena dapat memengaruhi banyaknya natrium yang masuk ke dalam tubuh, terutama bagi yang cukup sering mengonsumsi makanan olahan.
Kandungan Sodium pada Sosis Ayam
Dari berbagai varian sosis di pasaran, sosis ayam merupakan salah satu yang paling populer. Lewat pengamatan di beberapa gerai retail, detikcom membuat perbandingan kadar sodium beberapa produk sosis ayam yang dipilih secara random.
Salah satu tantangan saat membandingkan kadar sodium adalah adanya perbedaan takaran saji, yang berpengaruh pada perbedaan nilai pada label nutrisi. Supaya bisa dibandingkan, maka terlebih dahulu variabel ini perlu disetarakan dulu.
Berikut ini perbandingan kadar natrium beberapa produk sosis ayam yang beredar di pasaran.
| Produk | Takaran saji (g) | Sodium (g) | Per 100 g |
| A | 60 | 610 | 1017 |
| B | 100 | 870 | 870 |
| C | 60 | 360 | 600 |
| D | 50 | 240 | 480 |
| E | 50 | 180 | 360 |
| F | 100 | 880 | 880 |
| G | 75 | 620 | 827 |
Kadar sodium pada beberapa produk sosis ayam terpantau bervariasi. Ada yang mencapai 18 persen dari batas anjuran konsumsi sodium harian yakni 2.000 mg per hari, dan ada 4 produk yang persentasenya di atas 40 persen, bahkan ada yang mencapai 51 persen.
Pentingnya Membatasi Sodium
Ada berbagai faktor yang menyebabkan kadar sodium berbeda-beda, salah satunya penggunaan garam dan berbagai bahan tambahan pangan lain yang mengandung sodium. Cara paling mudah untuk mengetahui kadarnya adalah dengan teliti membaca label nutrisi.
Membatasi asupan natrium bukan berarti menghindari garam atau makanan olahan sepenuhnya, tetapi menjaga jumlah total natrium yang dikonsumsi agar tidak melebihi anjuran. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menganjurkan konsumsi natrium tidak lebih dari 2.000 mg per hari.
Menjaga asupan natrium tetap di bawah batas tersebut dapat membantu menjaga tekanan darah tetap normal. Ketika natrium dikonsumsi berlebihan, tubuh akan menahan lebih banyak cairan sehingga volume darah meningkat. Kondisi ini membuat jantung bekerja lebih keras dan tekanan darah menjadi lebih tinggi.
Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa mengurangi konsumsi natrium dapat menurunkan risiko hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Selain itu, ginjal tidak perlu bekerja terlalu berat untuk membuang kelebihan natrium sehingga fungsinya lebih terjaga dalam jangka panjang.
Manfaat lainnya adalah membantu mengurangi retensi cairan atau penumpukan cairan di dalam tubuh yang sering ditandai dengan rasa kembung atau bengkak pada beberapa bagian tubuh. Dengan membatasi konsumsi makanan tinggi natrium, termasuk sosis dan makanan olahan lainnya, kebutuhan natrium harian akan lebih mudah dikendalikan sehingga kesehatan jantung, pembuluh darah, dan ginjal dapat tetap terjaga.
Simak Video "Video: Dokter Tegaskan Makan Daging Bukan Pemicu GERD!"
[Gambas:Video 20detik]
(mal/up)











































