Tier Makanan-Minuman Versi Dokter Gizi, Mana yang Bisa Dikonsumsi Tiap Hari?

Mhd. Aldrian, S.Gz - detikHealth
Jumat, 09 Okt 2026 16:34 WIB
Foto ilustrasi: Getty Images/Ika Rahma
Jakarta -

Tren tier makanan dan minuman ramai di media sosial digunakan untuk mengelompokkan berbagai menu berdasarkan tingkat kesehatan dan seberapa sering makanan tersebut sebaiknya dikonsumsi.

Dokter spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, turut membagikan pengelompokan makanan dan minuman berdasarkan frekuensi konsumsinya. Pilihan tersebut dibagi menjadi tiga tier, mulai dari menu yang dapat dikonsumsi setiap hari hingga makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi.

Berikut tier makanan dan minuman versi dokter gizi:

Makanan

Tier A

Tier A diisi makanan yang dapat menjadi fondasi pola makan sehari-hari. Nasi dengan porsi sesuai berperan sebagai sumber karbohidrat, sedangkan telur, tahu, dan tempe sebagai sumber protein. Sayur bening melengkapi asupan serat, vitamin, dan mineral.

"Nasi, porsi pas, telur rebus, sayur bening, tahu tempe, ini fondasi sehat yang aman buat tubuh. Boleh dikonsumsi setiap hari," kata dr Yaze.

Kombinasi tersebut bisa menjadi pilihan menu harian karena menyediakan beberapa kelompok zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Meski begitu, variasi bahan makanan dan porsi tetap perlu diperhatikan agar kebutuhan gizi terpenuhi dengan baik.

Tier B

Bubur ayam dengan kuah lengkap dan mi instan masuk Tier B. Kedua menu ini masih dapat dikonsumsi, tetapi sebaiknya tidak menjadi pilihan setiap hari.

"Bubur ayam dengan kuah lengkap atau mi instan, masih oke asalkan nggak setiap hari," ujar dr Yaze.

Mi instan umumnya mengandung natrium cukup tinggi, terutama dari bumbu yang digunakan. Komposisi gizinya juga didominasi karbohidrat dan belum tentu menyediakan protein, serat, vitamin, serta mineral dalam jumlah memadai. Kandungan gizi bubur ayam pun bergantung pada bahan dan pelengkap yang digunakan.

Agar gizinya lebih seimbang, dapat ditambahkan telur, daging ayam, tahu, atau sumber protein lainnya. Sayuran seperti sawi, wortel, dan kol juga bisa ditambahkan untuk memperkaya kandungan serat, vitamin, dan mineral. Penggunaan bumbu perlu diperhatikan agar asupan natrium tidak berlebihan.

Tier C

Gorengan yang menggunakan minyak jelantah serta makanan cepat saji masuk Tier C dalam pengelompokan ini.

"Gorengan berlimpah minyak jelantah dan fast food, ini yang bikin kolesterol gampang melonjak," kata dr Yaze.

Minyak goreng yang digunakan berulang kali dapat mengalami penurunan kualitas akibat pemanasan berulang sehingga gorengan dan makanan cepat saji tertentu dapat mengandung lemak jenuh, natrium, dan energi dalam jumlah tinggi, bergantung pada jenis serta porsinya.

Konsumsi makanan tersebut perlu dibatasi, terutama jika sering menggantikan menu dengan komposisi gizi yang lebih beragam.




(mal/kna)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork