Jumat, 10 Apr 2015 09:06 WIB

Ini Sebabnya Ibu Hamil Ada yang 'Ngebo' atau Justru Sering Mual Muntah

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Ketika berbadan dua, ada ibu hamil yang mual muntah hingga tak bisa beraktivitas, tapi ada juga yang tidak mengeluh apa-apa. Kondisi tak merasakan apa-apa ditambah sering sekali ibu hamil tidur disebut dengan istilah hamil 'ngebo'.

Sebut saja artis Shireen Sungkar misalnya. Istri Teuku Wisnu ini mengaku selama hamil mengalami tidur ngebo. Bahkan, pernah terjadi selama tiga hari berturut-turut tanpa disertai rasa mual. Yang ada hanya rasa mengantuk, capek, dan rasanya akan nyaman sekali jika tidur.

Terkait hamil ngebo, dr Hari Nugroho SpOG mengatakan respons kehamilan setiap individu sangat berbeda. Sebab, masing-masing individu akan beradaptasi untuk mengatasi masalah yang timbul pada saat hamil.

Baca juga: Serupa Tapi Tak Sama, Ini Bedanya Mual Saat 'Ngidam' dan Akibat Maag

"Sekitar 50-90% kehamilan akan disertai mual dan muntah. Ada yang memilih sering tidur untuk menurunkan mual muntah ini, ada juga yang memilih cara lain," kata dr Hari dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Jumat (10/4/2015).

Dokter yang praktik di RSUD Dr Soetomo Surabaya ini menambahkan, pemilihan cara sebagai upaya untuk meredakan rasa mual dan muntah sangat dipengaruhi adat, budaya, sosial dan berbagai pertimbangan lain bagi ibu hamil.

Kepada detikHealth beberapa waktu lalu, dr Irfan Mulyana Mustofa SpOG, mengatakan mual dan rasa ingin muntah pada wanita hamil diakibatkan dari peningkatan hormon Beta-HCG yang diproduksi corpus luteum kehamilan di mana puncaknya terjadi saat usia kehamilan 3 bulan. Secara bertahap rasa mual dan ingin muntah akan berkurang ketika masuk usia kehamilan 18 minggu. Sebab, mual sudah tidak ada lagi karena plasenta (ari-ari) sudah mengambil alih fungsi corpus luteum.

Baca juga: Morning Sickness di Trimester Kedua Kehamilan Lebih Berisiko Terhadap Komplikasi

"Selain obat-obatan yang diberikan oleh dokter atau bidan, jenis makanan bisa disesuaikan yakni makan dalam porsi sedikit tapi sering. Atau ngemil makanan yang rendah kalori seperti mengunyah permen manis atau rasa jahe, makanan kering seperti biskuit," kata dr Irfan.

Atau, bisa juga para bumil mengonsumsi air jahe hangat yang  memang sudah diteliti terbukti mampu mengurangi rasa mual-muntah pada kehamilan. Hal-hal yang lain seperti makan atau minum yang asam, mengunyah permen, istirahat, mengoleskan minyak kayu putih bisa juga dilakukan untuk mengatasi mual. dr Irfan mengingatkan, vitamin hamil yang mengandung zat besi dengan kadar tinggi terkadang makin merangsang timbulnya mual.

Bayi perempuan yang baru lahir bisa keputihan? Simak 50 fakta bayi baru lahir di sini.

(Radian Nyi Sukmasari/Nurvita Indarini)