Infografis: Daftar Patogen Mematikan yang Berpotensi Jadi Pandemi

Infografis

Infografis: Daftar Patogen Mematikan yang Berpotensi Jadi Pandemi

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Sabtu, 22 Agu 2026 07:04 WIB
patogen virus yang berpotensi menjadi pandemi
Foto: Suci Risanti Rahmadania/detikHealth
Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperbarui daftar patogen global yang berpotensi menyebabkan epidemi atau pandemi. Pembaruan yang termaktub dalam dokumen bertajuk "WHO R&D Blueprint for Epidemics: Pathogens Prioritization, A Scientific Framework For Epidemic And Pandemic Research Preparedness" ini telah dipublikasikan pada 30 Juli 2024.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyusun daftar patogen prioritas dengan mengacu pada hasil identifikasi WHO. Beberapa patogen lainnya ditetapkan sebagai prioritas berdasarkan kondisi epidemiologi di Indonesia.

patogen virus yang berpotensi menjadi pandemipatogen virus yang berpotensi menjadi pandemi Foto: Suci Risanti Rahmadania/detikHealth

Daftar patogen prioritas tersebut mencakup berbagai famili virus dan bakteri. Berikut beberapa famili virus yang menjadi perhatian di Indonesia:

  • famili Coronaviridae, (seperti SARS CoV),
  • famili Orthomyxoviridae (termasuk Influenza H5N1),
  • famili Paramyxoviridae (seperti Measles dan Nipah)
  • famili Flaviviridae (misalnya, Dengue, Zika),
  • famili Filoviridae (misalnya, Ebola, Marburg),
  • famili Bunyaviridae (misalnya, Hanta),
  • famili Togaviridae (misalnya, Chikungunya),
  • famili Rhabdoviridae (misalnya, Rabies),
  • famili Poxviridae (misalnya, Mpox)
  • famili Retroviridae (misalnya, HIV).

Dalam hal kesiapsiagaan kesehatan, Pemerintah Indonesia juga menerapkan pendekatan One Health yang menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan untuk mengatasi tantangan kesehatan secara komprehensif secara kesehatan dan terpadu. Pendekatan ini sejalan dengan rekomendasi WHO, Food and Agriculture Organization (FAO), dan World Organisation for Animal Health (WOAH).


(suc/suc)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads