Kamis, 22 Mar 2018 09:38 WIB

Berbagai Motivasi Unik Melakukan Olahraga Sambil Pungut Sampah

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Komunitas yang sedang melakukan plogging, olahraga sambil memungut sampah. Foto: Instagram
Jakarta - Tren plogging diawali dari Swedia sekitar tahun 2016 dan kini mulai mengglobal. Salah satunya di Indonesia, terutama di kalangan komunitas lari, karena plogging mengombinasikan olahraga lari dengan membersihkan atau memungut sampah.

Ada beberapa komunitas lari yang telah melakukan kegiatan sejenis plogging ini beberapa tahun lalu sebelum viralnya aksi tersebut, ada juga yang terinspirasi baru-baru ini.

Berbagai macam alasan komunitas-komunitas tersebut melakukan plogging, salah satunya adalah untuk mempertahankan piala Adipura. Piala Adipura adalah sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan.


Yaitu komunitas lari Bosowa Runners di kota Makassar baru saja melaksanakan plogging pada hari Minggu 18 Maret lalu. Mute Amri, ketua komunitas ini mengatakan bahwa ingin menerapkan plogging agar berlari jadi lebih bermanfaat.

"Tujuan lainnya juga untuk mendukung kota Makassar bebas dari sampah. Dan mempertahankan piala Adipura yang sudah diraih Makassar," jelas Mute kepada detikHealth, Rabu (21/3/2018).

Bosowa Runners.Bosowa Runners. Foto: Instagram


Plogging ini dilaksanakan di area Car Free Day (CFD) mulai dari depan menara Bosowa Makassar. Ia juga mengungkapkan pada awalnya plogging cukup susah dilakukanmkarena harus memerhatikan lingkungan sekitar namun tetap berlari sesuai rute yang sudah disepakati.

"Namun lama kelamaan akhirnya dinikmati, meski dengan membawa kantongan plastik ukuran sedang," tuturnya.


Komunitas lainnya dari kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yaitu Maros Runners juga melakukan kegiatan plogging pada Minggu lalu karena terinspirasi tren plogging yang mengglobal.

Tujuannya pun sama dengan Bosowa Runners, yaitu untuk meraih piala Adipura untuk ke-enam kalinya bagi kabupaten Maros. Dan sekaligus untuk berkontribusi pada Hari Pungut Sampah (HPS) yang diperingati bulan lalu.

Maros Runners sedang memungut sampah.Maros Runners sedang memungut sampah. Foto: Instagram


"Kami juga ingin memberikan edukasi ke masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Jadi bukan hanya sehat warganya tapi juga bersih lingkungannya," kata Alfi, ketua Maros Runners.

Alfi dan Mute sama-sama mengharapkan kegiatan plogging run ini tidak hanya dilaksanakan saat ini saja, namun ke depannya dapat diteruskan dan menjadi kebiasaan baik. Serta tidak hanya komunitas lari yang terlibat, tetapi juga masyarakat luas.

"Kami justru merencanakan tiap minggu. Insya Allah, Kantong sampah sudah ready untuk sebulan ke depan," tegas Mute.

(wdw/up)