ADVERTISEMENT

Kamis, 22 Mar 2018 12:50 WIB

Tren Plogging: Olahraga VS Bersih-bersih, Mana yang Lebih Utama?

Widiya Wiyanti - detikHealth
Olahraga vs pungut sampah, mana yang lebih diutamakan? Foto: detikHealth
Jakarta - Tren plogging mulai berkembang di Indonesia, terutama pada kaum komunitas kebugaran. Plogging sendiri adalah aktivitas kebugaran di mana orang melakukan olahraga lari sambil memungut sampah di sekitar rute larinya.

Suatu aktivitas positif, di mana yang melakukan akan mendapat dua hal sekaligus, yaitu sehat juga bersih. Lantas, mana yang lebih diutamakan? Olahraga atau bersih-bersihnya?

detikHealth menghubungi beberapa komunitas kebugaran untuk menanyakan hal tersebut. Salah satunya komunitas Workout Embassy di Jakarta yang sudah lebih dulu punya program 'We Grab Your Junk', semacam plogging meski namanya berbeda. Mereka melakukan program tersebut di Car Free Day (CFD) sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI).

"Mungutin sampahnya 40-45 persen lah. Muterin HI, di pinggir-pinggir kan banyak yang jualan, banyak sampah juga," ujar salah satu pengurus, Andy.

Namun, mereka akan menghitung berapa banyak orang yang menitipkan sampahnya pada mereka untuk dibuang lalu diganti dengan gerakan push up. Begitu juga berapa kantong yang terkumpul akan diganti dengan squat.

"Kalau ada 94 orang yang nitip, diganti sama 94 kali push up. Jadi ada sosial dan olahraganya," imbuh Andy.

Komunitas Workout Embassy melakukan plogging di CFD Jakarta.Komunitas Workout Embassy melakukan plogging di CFD Jakarta. Foto: detikHealth



Begitu pula yang dilakukan komunitas lari di Solo, yaitu Solo Runners. Meski baru melakukan aksi plogging untuk pertama kalinya pada 17 Maret lalu, namun mereka mengaku mendapatkan efek sehat dan bersih dalam waktu bersamaan.

"Kalau olahraga sama mungutin sampah, ya 50 persen 50 persen lah. Kita jogging terus bungkuk ambil sampah terus jogging lagi bungkuk lagi kan termasuk olahraga," kata ketua komunitas Solo Runners, Gilang.

Komunitas Solo Runners memungut sampah di sekitar rute lari. Komunitas Solo Runners memungut sampah di sekitar rute lari. Foto: Instagram/solorunners_


Menurutnya, olahraga sambil memungut sampah lebih terasa lelah dibanding hanya berolahraga saja.

"Baru 2 kilometer saja sudah capek banget," tambahnya.


Sama halnya dengan komunitas lari Maros Runner dari kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Menurut ketua, Alfi Syahria, olahraga dan memungut sampah justru menambah nilai olahraganya.

"Justru ini lebih sehat karena plogging run itu memadukan dua kombinasi olahraga, yakni lari dan squat. Kami punya program workout yang di dalamnya salah satunya squat, nah ini plogging run memadukan keduanya," tandasya.

Berlari sambil memungut sampah dilakukan komunitas Maros.Berlari sambil memungut sampah dilakukan komunitas Maros Runner. Foto: Instagram

(wdw/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT