ADVERTISEMENT

Sabtu, 24 Mar 2018 10:21 WIB

Wih! Pertama Kali Plogging, Komunitas Ini Kumpulkan Puluhan Kg Sampah

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Adanya plogging run menyadarkan kita bahwa kita masih sering membuang sampah sembarangan. Foto: Instagram
Jakarta - Fakta bahwa kita sendiri tidak sadar jika lingkungan kita masih banyak sampah terbukti lewat aktivitas plogging run yang dilakukan oleh beberapa komunitas lari di Indonesia.

Pasalnya, kegiatan yang dilaksanakan beruntutan pada pekan lalu tersebut mengumpulkan sampah dalam karung hingga puluhan kilogram. Komunitas lari Solo Runners pada 17 Maret lalu mengumpulkan sampah dengan total nyaris 90 kilogram.

"Sampah overload, apalagi daerah Pasar Klewer. Di Jalan Singosari sampai perempatan Baron itu ada taman, itu malah banyak sampah juga," kata Gilang, ketua Solo Runners, kepada detikHealth.


Kurangnya kesadaran masyarakat dan kurangnya tempat sampah, diakui Gilang menjadi salah satu faktor banyaknya sampah di daerah tersebut. Bayangkan saja, peserta yang ikut sekitar 30 orang, dan satu orang mengumpulkan sampah rata-rata 2-3 kantong plastik besar.

Hal serupa juga diutarakan oleh Mute Amri, ketua Bosowa Runners yang mengoordinasi plogging run di Makassar tanggal 18 Maret lalu. "Lumayan banyak sih botol-botol minuman. Ada 10 kantong penuh," katanya.

Mute mengaku bahwa peserta plogging run di Makassar sempat kesulitan berlari sambil memungut sampah, sebab peserta juga harus lebih peka terhadap sekitarnya jika ada sampah. Namun lama kelamaan akhirnya dinikmati meski sambil menenteng kantong sampah ukuran sedang.


Selain itu, tim Maros Runners di kabupaten Maros, Sulawesi Selatan bahkan bisa mengumpulkan hingga 40-50 kilogram sampah di kantung polybag yang mereka gunakan untuk memungut. Diakuinya bahwa rute tersebut memang banyak sampah.

"Banyak, karena memang ini area yang banyak dilewati kendaraan. Biasanya kendaraan suka seenaknya buang sampah misalnya sampah plastik, botol minuman, puntung rokok. Kita pakai kantong sampah, total sampah mungkin ada sekitar 40-50 kilogram," jelas Alfi Syahria, ketua Maros Runners.

Rute yang dilewati oleh Maros Runners sepanjang 5 kilometer. Dimulai dari area Car Free Day (CFD) Maros kemudian keluar ke area-area publik di Maros dan menuju perumahan-perumahan sekitar kota Maros.

Saat melakukan plogging run, dituturkan oleh Alfi bahwa banyak warga sekitar yang keheranan melihat para peserta berlari sambil membawa kantong sampah.

"Dan kalau sudah keluar area CFD lebih riskan karena kendaraan lalu lalang jadi harus lebih berhati-hati apalagi kami melewati jalan Trans Sulawesi yang kendaraannya sering melaju kencang," imbuhnya.

(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT