ADVERTISEMENT

Minggu, 25 Mar 2018 07:11 WIB

Sampah Menggunung Saat Plogging, Komunitas Lari Ini Sampaikan Harapannya

Widiya Wiyanti - detikHealth
Di rute jogging Solo Runners masih banyak sampah. Foto: detikHealth
Jakarta - Kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan sekitar dibarengi dengan maraknya tren plogging, dijadikan alasan komunitas lari di Solo yaitu Solo Runners untuk berolahraga sambil memungut sampah.

Dilaksanakan pada tanggal 17 Maret lalu, sang ketua, Gilang mengaku bahwa di sekitar rute lari mulai dari Benteng Vastenberg - Alun-alun - Pasar Klewer - Baron - Benteng Vastenberg, masih banyak sampah yang berserakan di jalan.

"Tujuannya itu untuk menyadarkan masyarakat akan kebersihan lingkungan. Di sekitar rute kita lari banyak banget sampah berserakan. Kita perlu mengedukasi masyarakat agar lebih sadar akan kebersihan," ujar Gilang kepada detikHealth.

Kegiatan yang diikuti sekitar 30 orang itu menghasilkan sampah yang cukup menggunung. Satu orang mengumpulkan rata-rata 2-3 kantong plastik ukuran besar sampah, yang artinya sepanjang rute lari mereka mengumpulkan kurang lebih 60-90 kantong sampah.


Masih banyaknya sampah di kota mereka membuat mereka berharap pada masyarakat untuk lebih sadar akan kebersihan lingkungan sekitar.

"Sampah itu kan nggak terlalu gede, kayak plastik itu kan nggak terlalu besar, nggak jadi beban juga. Bawa saja sebentar sampai ketemu tempat sampah kan harusnya bisa," harap Gilang.

Solo Runners sedang memunguti sampah di sekitar rute lari.Solo Runners sedang memunguti sampah di sekitar rute lari. Foto: Instagram/solorunners_


"Kalau buang sampah sembarangan terus nggak dibersihin kan jadi numpuk," imbuhnya.

Begitu juga pada pemerintah setempat, mereka berharap untuk lebih banyak menyediakan tempat sampah di pinggir jalan dan di tempat-tempat umum lainnya.

Karena hal tersebut, Solo Runners bermaksud untuk meneruskan aksi mereka dan melakukannya setiap satu bulan sekali dengan variasi rute lari yang berbeda-beda.

"Kami ingin memviralkan plogging ini agar semakin banyak orang yang ikut. Kalau bisa biar terekspose supaya masyarakat dan pemerintah sadar kebersihan. Kalau masyarakat sadar, pemerintah akan mensupport lagi," tutup Gilang.

(wdw/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT