Dokter Bilang Weekend Warrior Bisa Picu Malas Olahraga Lagi

ADVERTISEMENT

Dokter Bilang Weekend Warrior Bisa Picu Malas Olahraga Lagi

Widiya Wiyanti - detikHealth
Jumat, 27 Apr 2018 19:05 WIB
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Siapa yang olahraganya hanya saat weekend saja? Kalau kamu salah satunya berarti kamu weekend warrior. Seperti karyawan salah satu perusahaan swasta di Jakarta, Diah (23) yang mengaku menjadi weekend warrior karena kesibukan kerjanya di hari biasa.

"Iya jogging di dekat-dekat komplek, atau ke GBK (Gelora Bung Karno) atau CFD (Car Free Day). Ya palingan satu jam sampai satu setengah jam saja," ujarnya kepada detikHealth.

Namun dokter spesialis kedokteran olahraga dari Klinik Slim and Health RS Mitra Kemayoran dan Mal Taman Anggrek Jakarta, dr Michael Triangto, SpKO mengatakan bahwa kebiasaan olahraga pada akhir pekan saja bisa memicu rasa malas untuk berolahraga lagi.

"Untuk memulai olahraga lagi akan malas, karena istirahatnya cukup lama," ujarnya kepada detikHealth melalui saluran telepon.


Menurut dr Michael, seorang weekend warrior tingkat kebugaran tubuhnya tidak akan stabil. Digambarkan melalui kurva grafik akan naik dan turun. Karena pasalnya hasil olahraga untuk perbaikan tubuh akan bertahan selama 2 x 24 jam setelah berolahraga.

"Tidak bisa kalau olahraga 2 kali di hari weekend harapannya bisa terakumulasi. Itu bisa menimbulkan cedera, malah jadi alasan untuk tidak olahraga lagi," tuturnya.

Sedangkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan olahraga 150 menit dalam satu minggu. Dan dr Michael menyarankan untuk membaginya 3-4 kali selama masing-masing 30-50 menit.

"Dengan demikian intensitasnya sedang saja, nggak perlu berat. Orang itu akan lebih mudah mendapatkan sehatnya," tandasnya. (wdw/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT