Lari ke Gunung Demi 'Buang Dosa' Jarang Olahraga

ADVERTISEMENT

Weekend Warrior

Lari ke Gunung Demi 'Buang Dosa' Jarang Olahraga

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Rabu, 02 Mei 2018 07:37 WIB
Trail run buat semangat hadapi hari Senin. Foto: Thinkstock
Jakarta - Berolahraga di akhir pekan menjadi pilihan bagi para pekerja yang sudah menghabiskan waktunya di hari biasa untuk bekerja. Rishi Nikito (27) menjadi salah satunya, namun olahraga yang ia pilih cukup berbeda, yaitu trail run atau lari melintasi gunung.

Pria kelahiran Surabaya ini mulai menggeluti trail run sejak tahun 2014. Sebelumnya ia memang gemar berlari, namun lebih banyak di jalan raya. Kala itu ia mencoba berlari di gunung.

"Kenapa lari di gunung ya? Aku hidup di kota, tiap hari ngelihat gedung, macet, asap kendaraan. Cuma di gunung hidupku tenang, ngehirup udara segar gunung, pemandangan yang breathtaking. Itulah kenapa aku sekarang lebih milih lari di gunung daripada di road. Buat refreshing," tutur Rishi.


Ia mengusahakan untuk tetap rutin berlari, setidaknya seminggu dua kali. Trail run ia lakukan sebulan sekali saat ada event trail run marathon atau janjian bersama teman-teman komunitas untuk latihan.

Foto: Instagram


Hingga kini, sudah ada empat gunung besar di Jawa yang pernah Rishi lewati dengan berlari, yaitu Gunung Penanggungan, Halimun Salak, Bromo Tengger Semeru, dan Gunung Pancar di Bogor.

Akhir pekan menjadi pilihan pria yang bekerja di salah satu perusahaan IT (Information Technology) Consultant di Jakarta ini untuk 'buang dosa' selama seminggu. Jika tak sempat berlari, ia menyempatkan diri untuk pergi ke gym atau melakukan yoga.

Bagi dia, meski hanya bisa berolahraga di akhir pekan, ia merasa tetap sehat dan yang terpenting kesehatan mentalnya terjaga. "Alhamdulillah iya (sehat). Berasa kayak 'I'm ready to beat Monday!" imbuh dia.

Sama seperti Rishi, calon gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga menyebut pentingnya kesehatan batin bagi para pekerja, khususnya para weekend warrior. Dan juga jangan pernah mau diokupasi oleh pekerjaan.

"Yang pertama sehat batin dulu ya, karena fisik ini pikiran gimana. Saya selalu pikir positif, tiap ada masalah saya selalu nggak pernah pikirin lama-lama. Membuat badan juga lebih santai lebih ringan," tutur lelaki yang lebih akrab disapa Kang Emil ini.

(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT