Senin, 30 Apr 2018 07:34 WIB

Weekend Warrior

Jadi Weekend Warrior Demi Menebus Banyak Duduk di Hari Kerja

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Weekend warrior dijadikan ajang penebus dosa bagi karyawan yang banyak duduk di hari kerja. Foto: infografis
Jakarta - Gaya hidup sedenter sudah bukan hal yang tak umum lagi terjadi di era modern ini. Kebanyakan pekerja kantoran kini menghabiskan waktu lebih banyak dengan duduk hingga berjam-jam.

Jika tak diimbangi dengan pola hidup yang baik, seperti makan sehat dan olahraga, tentunya dapat meningkatkan risiko penyakit. Akan tetapi, seharian bekerja biasanya sangat melelahkan dan cenderung membuat kita malah skip olahraga.

Untuk menyiasatinya, kebanyakan pekerja kantoran akan memilih berolahraga di akhir pekan dengan dalih waktu yang lebih luang. Seperti Jonathan (24) asal Tangerang yang berolahraga jogging di akhir pekan.

"Weekdays kerja duduk melulu berjam-jam. Kebanyakan duduk doang dalam durasi lama kan nggak bagus. Pas weekend beda, jalan-jalan masuk mall aja udah lumayan ngolah kaki buat gerak," kata Jonathan kepada detikHealth.

Alasannya melakukan di akhir pekan adalah supaya puas berkeringat dan ngaso setelahnya. Ia mengaku walau tak rutin melakukannya, setidaknya weekend dihabiskan untuk lebih sering 'mengajak' badan banyak gerak.

Seperti Jonathan, banyak juga yang melakukan berbagai aktivitas demi menghindari gaya hidup sedenter saat bekerja. Bagi Akhdyan (26), gaya hidup yang kurang baik ini dapat mempengaruhi kesegaran berpikir secara tidak langsung yang akan berakibat badan menjadi lebih lelah.

"Saya memang banyak duduk untuk bekerja, tapi sesekali juga meregangkan otot dan otak buat jalan di ruangan, sekadar menyegarkan dan juga memilih jalan kaki untuk cari makan yg dekat dengan kantor," ungkap brand consultant di salah satu perusahaan di Jakarta ini.


Walau memang tidak baik, gaya hidup sedenter ini memang tak dapat dihindari jika kamu bekerja sebagai pekerja kantoran.

"Itu bahaya banget sih sebenernya. Banyak yang nggak sadar makanya aku suka paksain di weekend meskipun jadi nggak bisa bangun siang, haha," ujar Shafira (26), karyawan swasta asal Semarang.

Menjadi weekend warrior memang bisa membuatmu bebas dari rasa bersalah dan takut akan bahaya dari gaya hidup sedenter. Meski begitu bagi dr Michael Triangto, SpKO, dokter spesialis kedokteran olahraga dari Klinik Slim and Health RS Mitra Kemayoran dan Mal Taman Anggrek Jakarta, menjadi weekend warrior tidak sebaik olahraga teratur sebanyak 3-5 kali seminggu.

"Kalau olahraga sekarang, hasil perbaikan tubuh itu akan bertahan 2 x 24 jam. Misal olahraga di hari Senin maka akan bertahan sampai hari Rabu, setelah itu drop lagi," jelas dr Michael.

Kurva kebugaran seseorang yang menerapkan weekend warrior ini tidak akan stabil, saat hasil dari olahraga menghilang makan tingkat metabolisme tubuh akan menurun. Nilai positif dari olahraga pun juga akan berkurang.

(up/up)