Sabtu, 05 Mei 2018 09:07 WIB

Ternyata Ini Alasan Ade Rai Dampingi Ariya, Bocah Tergemuk Asal Karawang

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Foto: Ariya Permana bocah berbobot 188 Kg (Tri Ispranoto/detikcom)
Jakarta - Dahulu, mungkin obesitas atau kegemukan hanya terjadi pada orang-orang dewasa. Akan tetapi di masa kini justru obesitas sudah mulai menyerang usia dini, yaitu anak-anak dan bahkan balita.

Atlet binaragawan dan duta hidup sehat Ade Rai mengungkapkan rasa kekhawatirannya terhadap obesitas yang terjadi pada anak-anak. Beberapa waktu lalu ia juga sempat menjadi pendamping Ariya Permana, bocah asal yang sempat alami severe obesity yang menyebabkan berat badannya nyaris 200 kilogram.

"Itu karena kecerdasan kita akan kesehatan yang rendah. Jadi anak anak boleh makan apa aja, geraknya pelan, berat badannya meningkat yang berpotensi jadi penyakit non-menular atau degeneratif. Itulah yang dialami oleh Ariya yang waktu itu masih berumur 9 atau 10 tahun tapi beratnya pernah hampir 198 kilogram," tutur pria kelahiran Bali ini kepada detikHealth, saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (4/5/2018).

Kecenderungan orang tua membebaskan anak-anaknya untuk makan apa saja, terutama junk food atau mi instan, menjadi faktor utama timbulnya kegemukan pada anak.



Lewat Ariya, yang dilakukan oleh Ade adalah menasehati kedua orang tuanya untuk mulai memberikan makanan yang lebih sehat. Ia mengajarkan untuk memasak makanan yang lebih sehat.

[Gambas:Instagram]



Meski diakui oleh Ade sangat susah untuk melarang anak kecil untuk tidak makan ini-itu, perkembangan mulai terlihat ketika makanan seperti mi instan dan juga minuman kaleng sudah mulai tersingkir dari makanan sehari-hari Ariya.

Kemudian, kurangnya gerak pada anak. Jika pada zaman dahulu anak-anak kecil lebih aktif secara fisik dengan bermain di luar, kini anak-anak sangat kurang gerak fisiknya.

Ade tidak mengajak Ariya langsung berolahraga, namun ia memberikannya beberapa alat yang bisa membuatnya lebih banyak bergerak, seperti bola, raket untuk bulu tangkis, dan stamper.

"Karena anak kecil kan pada dasarnya dia seneng gerak, ya kan? Ya dilakuin dikit-dikit lebih baik. Sampai sekarang saya masih ketemu terus, saya sama dia udah kayak saudaralah," ujar Ade seraya tersenyum.

Ariya juga sempat menjalani operasi gastric bypass yang memotong sepertiga lambungnya. Operasi ini bertujuan untuk mengontrol asupan makan, biasa diterapkan pada pasien obese.

"Kalau dia main ke Bandung pas buat check up gitu aku suka ngajakin dia buat ke gym. Saya ajarin beberapa gerakan yang nanti bisa dilakukan di rumah. Saya lihat Ariya ini semangatnya tinggi, apalagi dia bilang mau jadi pemain bola. Buat saya itu sudah hebat, bagus sekali," tandas pria bugar berusia 47 tahun ini.


Video 20Detik: Kisah Diet Sukses Ariya Bocah Terberat di Dunia

[Gambas:Video 20detik]

(up/up)