Minggu, 13 Okt 2019 11:29 WIB

Jakarta Ramah Pesepeda

Menyusuri Jalur Sepeda KBT Jakarta: Awalnya Rindang, Lama-lama Gersang

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jalur sepeda yang teduh dan steril karena terpisah dari jalan raya (Foto: Sarah Oktaviani Alam/detikHealth) Jalur sepeda yang teduh dan steril karena terpisah dari jalan raya (Foto: Sarah Oktaviani Alam/detikHealth)
Topik Hangat Jakarta Ramah Pesepeda
Jakarta - Jalur sepeda yang terbentang luas di sepanjang Kanal Banjir Timur (KBT), Jakarta Timur, memiliki kondisi yang berbeda-beda. Di sekitar Cipinang hingga Pondok Gede masih teduh oleh rindangnya pepohonan, namun berubah jadi gersang dan tidak terawat mendekati ujungnya di kawasan Marunda.

Pada jalur Cipinang Besar Selatan - Jatinegara sampai Pondok Kopi - Duren Sawit, jalur sepeda masih dirawat dengan cukup baik. Berbagai fasilitas masih bisa digunakan oleh pegowes yang melewati jalur tersebut, mulai dari parkir sepeda, tempat duduk semacam halte, dan pepohonan yang masih sangat rindang.

"Walaupun banyak jalan yang sepi, tapi semuanya masih terawat sih. Saya kan kalo sepedahan ataupun cuma sekedar jalan aja pasti sampe nyebrang jalur. Tiap pagi pasti ada yang bersihin jalanan, jadi nyaman lah olahraganya," ujar Tuti, ibu rumah tangga yang rutin berolahraga di tempat tersebut kepada detikcom, Jumat (11/10/2019).



Ia mengatakan, pepohonan yang rindang membuat kesan teduh dan udara yang dihirup pun terasa lebih segar. Meskipun sepi, tapi ia rutin berolahraga di sana.

Pesepeda harus ikhlas berbagi jalur dengan kendaraan bermotor.Pesepeda harus ikhlas berbagi jalur dengan kendaraan bermotor. Foto: Sarah Oktaviani Alam/detikHealth


Jika ditelusuri lagi jalur sepeda ke arah Marunda, detikers akan menemukan kondisi yang sangat berbeda. Jalur sepeda di kawasan Marunda terasa gersang karena pepohonan yang mengering dan jumlahnya sangat amat sedikit.

Yang lebih miris, jalur tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Bukan khusus sepeda atau pejalan kaki lagi, jalur tersebut dilewati banyak kendaraan bermotor, mulai dari motor, mobil, hingga truk-truk yang membuat kondisi di jalur tersebut semakin tidak sehat.

Sisi lain jalur sepeda yang terlupakan di Kanal Banjir Timur (KBT), gersang dan berdebu.Sisi lain jalur sepeda yang terlupakan di Kanal Banjir Timur (KBT), gersang dan berdebu. Foto: Sarah Oktaviani Alam/detikHealth


"Saya di sini lumayan dari pagi jam 06.00 lah sudah ada dan tiap hari. Tapi jarang banget ngeliat orang yang naik sepeda ataupun lari gitu di sini. Mereka biasanya ngungsi ke Harapan Indah (HI), karena ramai pada CFD gitu," kata Ujang, pedagang minuman keliling.

Ujang menambahkan, orang-orang lebih memilih mengungsi untuk olahraga di HI dengan alasan, tempat yang lebih ramah untuk berolahraga dan pepohonan yang banyak. Ditambah kendaraan tidak diperbolehkan lewat sehingga membuat orang yang berolahraga di sana nyaman.

Saat ini, Dinas Perhubungan DKI Jakarta tengah menguji coba jalur sepeda yang baru. Tidak seperti jalur sepeda di KBT yang terbengkalai, jalur baru ini membentang sepanjang 63 km dan saling terintegrasi.

Kalau terhalang barrier atau pembatas beton seperti ini, sepeda harus lewat mana nih?Kalau terhalang barrier atau pembatas beton seperti ini, sepeda harus lewat mana nih? Foto: Sarah Oktaviani Alam/detikHealth



Menyusuri Jalur Sepeda KBT Jakarta: Awalnya Rindang, Lama-lama Gersang


Simak Video "Manfaat Bersepeda untuk Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Topik Hangat Jakarta Ramah Pesepeda