Rabu, 10 Jun 2020 10:34 WIB

Pegowes Pemula Menjamur di Era New Normal, Sepeda Lipat Banyak Diburu

Ayunda Septiani - detikHealth
Pemprov DKI Jakarta utamakan transportasi sepeda terkait mobilitas penduduk saat PSBB transisi. Untuk itu, Pemprov DKI mengatur perihal fasilitas bagi pesepeda. Foto: Agung Pambudhy
Topik Hangat Mendadak Gowes
Jakarta -

Penjualan sepeda dikabarkan meningkat sejak pandemi virus Corona COVID-19. Pegowes pemula paling banyak mencari jenis sepeda lipat karena dinilai praktis.

"Yang paling banyak dicari sih sepeda lipat, karena memang praktis sama ringkas aja kali, soalnya bisa dibawa-bawa juga, bisa bawa naik kereta dan MRT juga," ujar Gilbert dari toko sepeda Yerikho Bike di Kramat Jati, Jakarta Timur, baru-baru ini.

Kisaran harga sepeda yang paling banyak diminati pemula, menurut Gilbert antara Rp 1 juta hingga Rp 10 juta. Sedangkan soal merk, tidak terlalu ada perbedaan. Hampir semua merk mengalami peningkatan penjualan.

Kondisi serupa juga dialami Dewo Prasetyo dari toko sepeda RodaLink Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di toko ini, penjualan sepeda lipat juga mendominasi selama masa PSBB (pembatasan sosial berskala besar).

"Sekarang itu sepeda lipat sama balap. Tapi, sepeda lipat sih mendominasi yang paling tinggi," ujar Dewo.

Soal motivasi membeli sepeda, para pegowes pemula umumnya hanya ingin mengisi kejenuhan dengan berolahraga. Sebagian lainnya mencari alternatif transportasi untuk pergi bekerja, karena risiko penularan virus Corona di transportasi publik dinilai lebih tinggi.

Sementara di kalangan pegowes usia muda, alasan ramah lingkungan juga banyak ditemui. "Sekarang sih kebanyakan anak mudanya, anak mudanya sudah mulai go green," kata Dewo.



Simak Video "Bersepeda Wajib Gunakan Masker tapi..."
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Topik Hangat Mendadak Gowes