Rabu, 01 Jul 2020 06:57 WIB

Saran Pakar UGM Soal Gowes, Pakai Masker dan Jangan Berjajar

Pradito Rida Pertana - detikHealth
Kegiatan Car Free Day (CFD) di Sudirman-Thamrin, Jakarta, Minggu (28/06/2020), ditiadakan. Tetapi jalur sepeda sementara (pop up bike lane) tetap dibuka. Pesepeda melintas di kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta (Foto: Rengga Sancaya)
Topik Hangat Mendadak Gowes
Yogyakarta -

Mewabahnya COVID-19 membuat masyarakat meningkatkan imunitas dengan berolahraga, salah satunya bersepeda. Pakar kedokteran olahraga Universitas Gadjah Mada (UGM) menyebut ada tips khusus saat bersepeda di tengah pandemi, berikut tipsnya.

Pakar Kedokteran Olahraga, Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Dr. Zaenal Muttaqin Sofro menjelaskan, bahwa olahraga fisik seperti bersepeda bermanfaat untuk menjaga kesehatan, kebugaran dan sistem imun tubuh. Menurutnya, dengan olahraga juga dapat memicu rasa gembira.

"Bersepeda di luar rumah itu sifatnya rekreasi, menimbulkan rasa gembira sehingga bisa meningkatkan kekebalan tubuh," katanya melalui keterangan tertulis, Selasa (30/6/2020).

Lanjutnya, agar bersepeda di luar rumah tetap aman dari paparan COVID-19, Zaenal menekankan masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. Dia menyebut hal itu untuk meminimalisir risiko penularan COVID-19.

"Saat bersepeda, masyarakat diharapkan tetap memakai masker. Selain itu juga bersepeda dengan intensitas ringan. Karen saat olahraga dilakukan dengan intensitas berat pasokan oksigen dalam tubuh menurun ditambah penggunaan masker mengurangi masuknya oksigen ke paru-paru," ucapnya.

Lebih lanjut, olahraga dengan intensitas berat ini yang berkelanjutan dapat menimbulkan terjadinya hypoxia atau kekurangan oksigen jaringan. Di mana hal tersebut dapat memperlambat kerja jantung dan juga meninbulkan saluran nafas terjepit, bahkan tak jarang mengakibatkan kematian mendadak saat olahraga.

"Olahraga bersepeda di luar rumah itu kan tujuanya rekreasi untuk senang-senang, lakukan dalam intensitas ringan saja. Kalau saat bersepeda berbicara sudah tidak jelas atau tersendat-sendat tandanya intensitasnya berat dan ini berbahaya," ujarnya.

Zaenal juga menyarankan kepada masyarakat untuk melengkapi diri dengan alat pelindung seperti helm saat bersepeda. Selain itu, masyarakat khususnya pesepeda juga diminta menjaga jarak antar pesepeda sekitar 6 meter. Semua itu untuk menghindari risiko penularan dan menjaga keselamatan saat bersepeda di jalanan.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Dear Cowok, Ini Tips agar Organ Intim Aman saat Bersepeda"
[Gambas:Video 20detik]
Topik Hangat Mendadak Gowes