Selasa, 07 Jul 2020 06:30 WIB

4 Saran Dokter bagi Kamu Para Pegowes Pemula

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
pesepeda dr falla adinda Tren bersepeda sedang booming di tengah pandemi virus Corona COVID-19 (Foto: 20detik)
Topik Hangat Mendadak Gowes
Jakarta -

Tren bersepeda sedang booming di tengah pandemi Corona, banyak di antaranya mengaku pegowes pemula. Jenis sepeda yang dipilih pemula pun kian beragam.

Tetapi apa sih sebenarnya yang harus diperhatikan sepeda pemula? Catat tips dari dokter yang juga seorang health enthusiast, Falla Adinda, seperti berikut.

Jenis sepeda apa yang paling cocok untuk pemula?

Menurut Falla, mengetahui jenis sepeda apa yang cocok untuk dipilih pegowes pemula kembali pada minat masing-masing. Menurutnya, sulit untuk mengenali apa yang ingin dibeli jika tidak mengetahui maksud dan tujuan membeli sepeda.

"Paling pertama adalah kalian ketahui dulu diri kalian ini hobinya apa dan tujuannya bersepedanya apa," jelas dr Falla saat diitemui detikcom di kawasan Bintaro, Kamis (25/6/2020).

"Biasanya ada orang-orang yang cenderung inginnya itu melihat kota misalnya, mereka piknik gitu, itu bisa memilih sepeda lipat, biasanya mereka cenderung suka senang-senang rekreasional gitu," lanjut dr Falla yang juga menggeluti olahraga bersepeda, khususnya jenis roadbike.

pesepeda dr falla adindaRange harga sepeda sangat luas, dari yang sangat murah sampai yang harga 'sultan'. Foto: 20detik

Perlukah memperhatikan jarak tempuh bagi pemula?

Tidak jauh berbeda dengan jenis sepeda, jarak tempuh bagi masing-masing pesepeda terutama pemula bergantung pada kesanggupan setiap orang.
Falla menegaskan endurance dam stamina masing-masing orang tentu berbeda.

"Untuk pemula saya selalu menyarankan jarak yang sekuatnya dan juga senyamannya, jadi tidak ada patokan jarak dan patokan kecepatan yang paling ideal untuk seseorang, karena yang namanya endurance, stamina itu terbangun dan juga setiap orang berbeda," jelas dr Falla.

"Saya ketika awal hanya bisa gowes 16 km waktu itu, tapi sekarang saya mungkin bisa gowes 40/50/60 km atau mungkin saya pernah gowes 100 km. Iya beda-beda tiap orang, dulu saya mungkin bisa gowes dengan rata-rata 18 km/jam, tetapi sekarang 23km/jam, 25m/jam, iya mil setiap orang pasti berbeda-beda," lanjut dr Falla.

pesepeda dr falla adindaHampir semua kelompok otot bekerja saat bersepeda. Foto: 20detik

Perlukah pemanasan dan otot apa saja yang terpakai saat bersepeda?

Falla mengatakan pemanasan saat bersepeda sangat penting meskipun tujuannya hanyalah rekreasional. Karena saat bersepeda melibatkan otot-otot di tubuh termasuk otot paha, otot kaki, dan otot punggung.

"Pemanasan dalam sepeda itu perlu, kenapa? karena bersepeda itu walaupun dia rekreasional tapi dia masuk juga dalam kegiatan berolahraga, melibatkan otot-otot di tubuh, pertama otot paha, otot kaki, otot punggung, otot bahu otot tangan. Sebenarnya banyak otot-otot yang terlibat dalam gowes itu.
Jadi walaupun sifatnya rekreasional, fun, tapi otot-otot kita itu semua itu terpakai dan juga mungkin tanpa sadar kita bisa fatigue jadi pemanasan sebelum bersepeda itu wajib dilakukan," jawab Falla.

"Kalau pemanasan yang saya lakukan biasanya saya akan stretching ringan sebelum bersepeda seperti peregangan area tangan, kaki, itu mungkin sudah wajib saya lakukan, biasanya latihan yang saya lakukan setiap harinya latihan-latihan ringan itu sekitar 30 atau 40 km per hari, tapi kalau lagi long ride mungkin bisa 60 sampai 80 km karena saya menggelutinya sepeda balap," kata Falla.

pesepeda dr falla adindaSeperti olahraga pada umumnya, bersepeda juga butuh pemanasan. Foto: 20detik

Lalu adakah waktu terbaik untuk bersepeda?

Menurut Falla tidak ada waktu terbaik untuk bersepeda. Hal ini bergantung pada kenyamanan seseorang saat bersepeda baik di pagi atau malam hari.

Bincang-bincang dengan dr Falla Adinda juga bisa disimak dalam video berikut:

[Gambas:Video 20detik]





(naf/up)
Topik Hangat Mendadak Gowes