Kamis, 29 Okt 2020 06:07 WIB

Sudah 2 Pekan Masih Positif, Benarkah yang Dibilang Ronaldo Soal Tes PCR?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
LISBON, PORTUGAL - OCTOBER 07: Cristiano Ronaldo of Portugal reacts during the international friendly match between Portugal and Spain at Estadio Jose Alvalade on October 7, 2020 in Lisbon, Portugal. (Photo by Octavio Passos/Getty Images) Cristiano Ronaldo masih positif COVID-19 meski sudah 2 pekan menjalani isolasi (Foto: Getty Images/Octavio Passos)
Topik Hangat Fenomena Long COVID-19
Jakarta -

Didiagnosis virus Corona COVID-19 dan tidak sembuh-sembuh meski sudah isolasi 2 pekan lebih, tentu bikin frustrasi. Sepertinya ini yang dialami bintang Juventus Cristiano Ronaldo yang hingga kini hasil tesnya masih positif.

"PCR IS BULLS...," tulisnya di kolom komentar di Instagram baru-baru ini.

Dalam unggahan tersebut, Ronaldo yang kini berkepala plontos mengungkap kondisinya baik-baik saja. Sejak awal terdiagnosis positif, ia memang tidak bergejala.

Nah, kira-kira apa yang terjadi dengan hasil tes PCR (polymerase chain reaction) Ronaldo sehingga hasilnya masih saja positif setelah 2 pekan menjalani isolasi?

Cristiano Ronaldo"PCR is bulls...," kata Cristiano Ronaldo. Foto: Instagram @cristiano

Pada Mei 2020, organisasi kesehatan dunia WHO memperbarui panduannya tentang isolasi pasien COVID-19. Bagi yang bergejala ringan-sedang, tidak ada keharusan untuk mendapat hasil PCR negatif untuk bisa dinyatakan 'sembuh' atau tepatnya selesai isolasi (discharge from isolation).

Untuk pasien bergejala ringan-sedang, isolasi dinyatakan selesai 10 hari setelah onset atau munculnya gejala, plus sedikitnya 3 hari tambahan setelah tak bergejala (termasuk tanpa demam dan keluhan pernapasan).

"Untuk pasien tak bergejala: 10 hari setelah tes positif untuk SARS-CoV-2," demikian bunyi panduan tersebut.

Pedoman COVID-19 Kemenkes RI tentang isolasiPedoman Kemenkes RI tentang kriteria 'selesai isolasi' bagi pasien COVID-19. Tidak ada keharusan mendapat hasil PCR negatif. Foto: Pedoman COVID-19 Kemenkes RI

Kenapa demikian? Sebuah riset di Korea Selatan yang melibatkan 285 pasien COVID-19 menunjukkan bahwa hasil positif masih muncul setelah mereka sembuh. Ilmuwan tidak menemukan bukti bahwa pasien tersebut masih 'infectious' atau bisa menularkan virus.

"Apa yang kami temukan terus adalah fragmen virus yang diambil saat swab tersebut beberapa pekan kemudian tidak bereplikasi (menggandakan diri)," kata Dr Ania Wajnberg, ilmuwan dari Icahn School of Medicine at Mount Sinai in New York City.

"Mereka bukan virus hidup," singkatnya, menurut Wajnberg.

Singkatnya, jika pasien sudah bebas gejala dan sudah menjalani isolasi 10-13 hari, maka diyakini sudah tidak menularkan COVID-19 meski belum mendapat hasil PCR negatif.



Simak Video "Imunitas Tiap Orang Berbeda, Perhatikan Faktor yang Memengaruhinya"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Topik Hangat Fenomena Long COVID-19