Kamis, 12 Nov 2020 06:56 WIB

Olahraga Pagi atau Malam Hari? Ini Plus Minusnya

Zintan Prihatini - detikHealth
Girl prepairing for workout Olahraga pagi atau malam hari? (Foto: iStock)
Jakarta -

Olahraga rutin dengan waktu dan cara yang tepat dapat menyehatkan tubuh. Biasanya, orang melakukan olahraga untuk membakar kalori guna menurunkan berat badan, maupun untuk membuang racun-racun dalam tubuh setelah beraktivitas seharian.

Rutinitas pagi yang diawali dengan berolahraga membuat tubuh lebih berenergi dan produktif di siang hari. Namun, jika rutinitas olahraga di pagi hari bukan menjadi prioritas utama, waktu sore dapat menjadi pilihan terbaik khususnya olahraga dengan intensitas yang tinggi.

Dikutip dari Insider, berikut pilihan waktu untuk berolahraga dan manfaat olahraga di pagi, sore, maupun malam hari.

1. Olahraga di pagi hari

Berolahraga di pagi hari dapat membantu tidur lebih nyaman dan nyenyak. Olahraga memiliki hubungan yang kuat dengan ritme sirkadian, yaitu proses internal yang mengatur kapan waktu untuk makan, tidur, hingga bangun tidur. Aktivitas fisik menjaga ritme sirkadian tetap pada jalurnya. Ritme sirkadian dapat memengaruhi kinerja fisik yang dilakukan. Berkeringat di pagi hari dapat melepaskan melatonin yang dapat menjaga siklus bangun-tidur.

Sebuah studi yang ditebitkan pada 2014 di Vascular Health Risk Management menemukan bahwa mereka yang berolahraga di pagi hari tidur lebih nyenyak, dibandingkan dengan berolahrga di sore atau malam hari. Olahraga di pagi hari juga dapat membuat hari lebih tenang karena pembakaran adrenaline dan meningkatkan hormon endorfin. Selain itu, berolahraga di pagi hari bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dan dapat menurutkan berat badan.

2. Olahraga di sore hari

Olahraga sore membantu meningkatkan kinerja sehari-hari. Menjelang siang, kadar kortisol dan testosteron membantu otot memproses energi dengan lebih efisien. Profesor University of South Carolina Shawn Arent menyebut banyaknya karbohidrat yang dikonsumsi saat siang hari, dapat menjadi sumber utama energi untuk berolahraga.

Sore hari adalah pilihan terbaik untuk berolahraga bagi mereka yang tidur larut malam. Keringat yang dikeluarkan saat berolahraga di sore hari dapat membantu proses bangun tidur yang biasanya sulit dilakukan kebanyakan orang.

3. Olahraga di malam hari

Beberapa orang mungkin lebih energik jika melakukan aktivitas seperti olahraga saat malam hari. Olahraga yang dilakukan saat malam dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Dalam sebuah studi pada 2019 yang diterbitkan Cell Metabolism, oksigen yang digunakan selama olahraga di malam hari lebih sedikit dibandingkan saat waktu lainnya. Penggunaan oksigen yang lebih sedikit, menurunkan detak jantung dan membuat olahraga jadi kurang intens. Lari beberapa putaran dapat dilakukan saat melakukan olahraga di malam hari.

Kegiatan berolahraga saat malam membantu menghilangkan stres. Sebuah penelitian yang diterbitkan Journal of Sports Psychology mendukung pernyataan tersebut. Satu gerakan badan dapat mengurangi kecemasan. Rasa cemas sering kali memperburuk insomnia. Hindari berolahraga dengan jarak waktu yang terlalu dekat dengan jam tidur.

Pelatih Lari yang juga Pengajar Sports and Exercise Science the University of Minnesota Christopher Lundstrom mengatakan mengakhiri hari dengan aktivitas santai seperti yoga adalah cara yang bagus untuk menyatukan latihan meditasi yang menenangkan dengan olahraga yang kuat saat pagi hari.



Simak Video "Beraksi 'Bunny Hop' dan 'Fakie' dengan Freestyle Scooter! "
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)