Selasa, 22 Des 2020 06:37 WIB

Ngaku Kaget Kena Corona, Pas Olahraga Kumpul-kumpul Pakai Masker Nggak?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jalur khusus sepeda terlihat di kawasan Bundaran HI. Jalur itu dibuat untuk warga yang bersepeda di kawasan yang kembali adakan car free day (CFD) tersebut. Banyak yang nggak patuh pakai masker karena merasa bugar. Kan rajin olahraga? (Foto ilustrasi: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Olahraga dalam porsi yang terukur memang meningkatkan kebugaran dan imunitas tubuh. Namun tidak serta merta membuat orang kebal virus Corona COVID-19.

Sayangnya banyak pegiat olahraga yang mengabaikan risiko penularan dalam kegiatan olahraga bersama. Berdalih agar pasokan oksigen lebih lancar, anjuran pakai masker pun diabaikan meski melakukan aktivitas berkelompok.

Tak cuma itu, sehabis olahraga lalu kumpul-kumpul dan foto bareng tanpa menjaga jarak. Fotonya lalu di-posting di media sosial, lalu diikuti oleh para followers yang ter-influence oleh gaya hidup yang diklaim sehat itu.

Beberapa orang memang melakukannya dengan circle pertemanan yang jelas status infeksinya. Artinya, orang-orang yang diajak kumpul memang rajin tes swab dan dipastikan negatif sehingga lebih aman dari risiko penularan COVID-19. Tapi bagaimana dengan yang ikut-ikutan, apakah semuanya rajin swab untuk memastikan kondisinya?

Faktanya, ada beberapa pegiat olahraga yang akhirnya tertular COVID-19. Memang tidak bisa dipastikan di mana mereka tertular. Bisa saja di rumah, di tempat kerja, atau di transportasi umum. Tapi tak bisa dipungkiri, kumpul-kumpul tanpa mematuhi protokol kesehatan saat olahraga bareng juga berisiko menularkan.

"Pada dasarnya kan memang nggak peduli mau kita sesehat apapun, proses penyebarannya itu kan karena tidak patuh protokol. Jadi ya kuncinya hanya di protokol," kata Falla Adinda, dokter yang juga pegiat olahraga, saat dihubungi, Senin (22/12/2020).

"Jadi kalau tidak memakai masker, tidak menjaga jarak, dan tidak menjaga kebersihan, ya kita masih punya potensi tertular," lanjut dr Falla yang juga seorang relawan Satgas COVID-19.

Menurut dr Falla, rajin olahraga tidak menjamin seseorang 100 persen kebal COVID-19. Walaupun mungkin tidak jatuh sakit saat terinfeksi, tetap saja bisa tertular dan bisa menularkan lagi ke orang lain.

Beberapa atlet profesional seperti Cristiano Ronaldo contohnya, tetap tertular. Padahal yang namanya atlet kelas dunia, kurang apa sih olahraganya?

"Nah justru itu kan yang harus diluruskan, bahwa mau kita sesehat apapun tapi kalau kita abai terhadap protokol kita bisa tertular. Jadi walaupun kita olahraga setiap hari, ataupun memang badan kita ideal, mau kita sehat, mau kita bugar ya bisa saja tertular," tegas dokter pegiat olahraga bersepeda dan triathlon tersebut.



Simak Video "Pesan Buat Pegowes Pemula dari dr. Falla Adinda"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)